2 Eksekutor Pembunuhan Pupung-Dana Terancam Hukuman Mati

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 06 Feb 2020 20:01 WIB
Dua eksekutor pembunuh Pupung dan Dana menjalani sidang dakwaan di PN Jakarta Selatan. Keduanya didakwa jaksa melakukan pembunuhan dengan sengaja.
Agus dan Sugeng, dua terdakwa pembunuh Pupung dan Dana. (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Kusumawanto alias Agus dan Muhammad Nursahid alias Sugeng didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Edi Candra Purnama alias Pupung dan M Adi Pradana alias Dana. Keduanya terancam penjara maksimal hukuman mati.

Agus dan Sugeng didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Pupung dan Dana. Akibat perbuatannya itu, mereka didakwa melanggar Pasal 340 dan atau Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

"(Ancaman hukuman) Tadi yang dibilang majelis hakim paling tinggi hukuman mati," kata jaksa penuntut Sigit Hendradi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020).

Sigit mengaku belum tahu nantinya majelis hakim akan menetapkan para terdakwa ini dengan hukuman mati atau tidak. Sebab, majelis hakim akan mempertimbangkan sesuai dengan fakta persidangan yang ada nanti.

"Belum tahu nanti kan fakta persidangan. Kita lihat fakta persidangan seperti apa, kalau masalah hukuman, masalah ini kan kita lalui persidangan baru ditentukan," kata Sigit.

Dalam kasus ini, Agus dan Sugeng berperan sebagai eksekutor untuk membunuh Pupung dan Dana. Keduanya diiming-imingi upah besar oleh istri Pupung, Aulia Kesuma, yang merupakan otak pembunuhan berencana ini.

Kasus ini bermula saat Aulia Kesuma terlilit banyak utang yang jumlahnya mencapai miliaran rupiah. Saat dia terlilit utang, dia meminta suaminya Edi Chandra alias Pupung menjual rumahnya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Dua Eksekutor Pupung-Dana Bantah soal Dakwaan Pembunuhan:

Selanjutnya
Halaman
1 2