Kasus Jiwasraya, Kejagung Periksa Adik Kandung Benny Tjokro

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 05 Feb 2020 20:52 WIB
Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono. ( Farih Maulana Sidik/detikcom)
Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono. ( Farih Maulana Sidik/detikcom)
Jakarta -

Kejaksaan Agung RI (Kejagung) memeriksa Franky Tjokrosaputro yang merupakan adik kandung tersangka Benny Tjokro dalam kasus Jiwasraya. Selain itu Kejagung juga kembali memeriksa sekretaris pribadi Benny Tjokro, Rina Mariatna.

"Hari ini penyidik telah melakukan pemeriksaan saksi yaitu Franky Tjokrosaputro adik kandung tersangka Benny Tjokro; Rina Mariatna, sekretaris pribadi Benny Tjokro," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono, kepada wartawan di Gedung Bundar, Jalan Sultan Hasanudin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2020).

Kejagung juga memeriksa tujuh saksi yang berasal dari perusahaan swasta dan saksi lainnya yang menjadi nominee tersangka Heru Hidayat. Diketahui nominee merupakan seseorang yang namanya dicatut dalam transaksi saham.

"Kemudian Hence Gunawan Kosasih, Nominee yang gunakan grup di tersangka HH; Supandi Widi Siswanto, Komisaris Independen PT. SMR Utama tbk tahun 2012 s/d 2015), Djasmanto Halim, nominee di grup tersangka HH; Phang Djaja Hartono, Direktur Utama PT. Gunung Bara Utama; Veny Indrawati, Komisaris utama PT. SMR Utama tbk periode tahun 2012-2015; Utomo Puspa Suharto, Komisaris rangkap Direktur PT. Topanz Investment, nominee tersangka HH; Johan Siboney Handoyono,Direktur Financial PT. Gunung Bara Utama," Kata Hari.

Hari menyebut pemeriksaan adik tersangka Benny Tjokro sebagai upaya penyidik untuk menggali pengetahuan. Sama halnya dengan pemanggilan kedua kali terhadap sekretaris Benny Tjokro, menurutnya sekretaris merupakan kunci kegiatan tersangka Benny Tjokro.

"Yang namanya sekretaris itu kan kunci, semua kegiatan bosnya biasanya terekam oleh yang bersangkutan. Oleh karena itu, penyidik ingin menggali dari saksi yang barangkali pengetahuan dia tahu tentang perbuatan yang dilakukan tersangka,"imbuh Hari.

Tonton juga video Alasan Kementerian BUMN Tolak Kasus Jiwasraya 'Dipansuskan':

Selanjutnya
Halaman
1 2