Beda 2 Pejabat soal Kompensasi: Bupati Natuna Minta RS, Menkes 'Beri' Doa

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 04 Feb 2020 16:41 WIB
Menkes Terawan dan Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal
Menkes Terawan dan Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal (Dok. detikcom)
Jakarta -

Warga Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), sempat menolak keras wilayah mereka dijadikan lokasi observasi WNI dari Wuhan, China. Namun Natuna pun tetap dipakai sebagai lokasi observasi dengan syarat kompensasi. Bupati Natuna hingga Menkes pun blak-blakan soal kompensasi ini.

Penolakan keras ini bukan tanpa sebab. Warga Natuna khawatir akan penyebaran virus Corona. Warga meminta agar lokasi observasi 238 WNI dari Wuhan dipindahkan dari hanggar Lanud Raden Sadjad ke kapal perang yang ditempatkan di lepas pantai. Mereka sampai menggelar demo dalam beberapa hari ini.

Namun pemilihan Natuna sebagai lokasi observasi WNI dari Wuhan pun beralasan. Alasan itu bahkan dijelaskan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Natuna dipilih sebagai tempat observasi, kata Jokowi, karena pulau itu dinilai paling siap.

"Tak semua pulau bisa dipakai. Kemudian juga kita mengukur tingkat kesiapan dari tim kesehatan yang ada di situ sehingga keputusan dari tim adalah di Natuna," kata Jokowi di Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/2/2020).

Selain itu, sebelumnya pemerintah sudah mencari alternatif lokasi observasi lain, seperti Morotai hingga Biak. Namun, lanjut Jokowi, hanya Natuna yang memenuhi syarat.

Usul soal kompensasi untuk warga Natuna kemudian muncul. Dua pejabat pun berbeda pendapat soal bentuk kompensasi ini.


Bupati Natuna Minta Kompensasi RS

Mulanya, usul soal kompensasi untuk warga Natuna ini disampaikan oleh Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal. Dia meminta kompensasi kepada pemerintah pusat soal pemilihan Natuna sebagai lokasi observasi. Abdul ingin pemerintah membangun rumah sakit (RS) yang lengkap di Natuna.

"Betul (kami meminta kompensasi). Yang jelas kami minta nanti dibangun rumah sakit yang lebih lengkap," kata Hamid di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/2/2020).

Untuk sementara, selama WNI dari Wuhan diobservasi selama 14 hari ke depan, Hamid meminta pemerintah pusat memberikan bantuan sarana dan prasarana untuk rumah sakit yang ada di Natuna. Dia menyebut perihal kompensasi itu sudah dibicarakan dengan Menteri Kesehatan.

"Dan sekarang ini, untuk mengatasi permasalahan itu, kami minta dibantu peralatan yang kurang di RS kami itu untuk supaya segera juga diperhatikan oleh Pak Menteri Kesehatan. Jadi sudah kita bicarakan," jelasnya.

Simak Video "Jadi Lokasi Observasi WNI, Bupati Natuna Minta Pemerintah Bangun RS"

[Gambas:Video 20detik]