Terdakwa Suap Impor Bawang Izin Berobat Malah Facial, Jaksa KPK Protes

Faiq Hidayat - detikNews
Senin, 03 Feb 2020 18:19 WIB
Terdakwa kasus dugaan suap impor bawang putih Elviyanto dan Mirawati Basri (berjilbab) menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (31/12/2019).
Mirawati Basri (mengenakan jilbab hitam) (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Jaksa KPK memprotes izin berobat yang dilakukan terdakwa kasus suap impor bawang putih Mirawati. Menurut jaksa, ada tindakan medis yang tidak sesuai dengan penetapan majelis hakim.

"Kami punya bukti adanya tagihan itu di tanggal 24 Januari tindakan medis, disebutkan bahwa di sini ada tindakan medis berupa clinical facial brightening atau facial yang dilakukan oleh terdakwa," kata jaksa KPK M Takdir Suhan dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Raya, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020).

"Di mana sesuai dengan penetapan tidak disebutkan adanya permohonan penetapan untuk dilakukan tindakan tersebut," imbuh jaksa.

Mirawati menjalani sidang putusan sela atas eksepsi atau nota keberatan terhadap dakwaan jaksa KPK. Namun hakim menolak eksepsi Mirawati dan melanjutkan sidang tersebut pada pekan depan. Hakim juga menolak eksepsi yang diajukan eks anggota DPR I Nyoman Dhamantra dan Direktur PT Asia Tech Elviyanto.

Dalam surat penetapan izin berobat di RSPAD Jakarta, jaksa mengatakan, Mirawati ingin melakukan pemeriksaan kesehatan spesialis kulit, kelamin, dan spesialis kandungan. Saat pemeriksaan kesehatan Mirawati didampingi pengawal tahanan, namun tidak diperbolehkan masuk.

"Dan disini dengan tegas tidak disampaikan bahwa ada tindakan clinical facial brightening atau facial. Ada saat itu memang petugas kami tidak bisa ikut masuk ke dalam melakukan pengecekan," jelas dia.

Selain itu, jaksa menyebut, Mirawati dikenai sanksi oleh kepala cabang rutan KPK karena melanggar tata tertib. Pelanggaran tersebut Mirawati memberikan pinjaman handphone, kabel data, hingga power bank. Atas pelanggaran itu, Mirawati tidak boleh dikunjungi keluarga di Rutan cabang KPK selama satu bulan.

"Selain itu, majelis, kami juga mendapatkan adanya surat keputusan yang dibuat oleh kepala cabang rutan KPK kaitannya dengan pelanggaran tata tertib yang dilakukan oleh terdakwa Mirawati, di mana detailnya nanti kami sampaikan kepada majelis hakim," kata jaksa.

Simak Video "Afung, Penyuap DPR soal Kasus Impor Bawang Putih Dituntut 3,5 Tahun"

Selanjutnya
Halaman
1 2