Round-Up

Semua Berawal dari Fiksi Harta Sukarno di Swiss

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 01 Feb 2020 08:08 WIB
Sukarno dan Marilyn monroe
Foto ilustrasi, tak berhubungan dengan berita: Presiden Sukarno sedang berbisik ke Marilyn Monroe (Repro buku Sinema pada Masa Soekarno)
Jakarta -

Orang-orang dari Indonesia hingga Selandia Baru teperdaya oleh harta yang tak pernah ada. Semua bermula dari cerita fiksi tentang harta Sang Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Sukarno.

King of The King menjadi kasus terbaru dari Indonesia. Kelompok penipu ini mengusung cerita fiksi, bahwa Sukarno menyimpan harta di Union Bank of Switzerland atau UBS, Swiss. Polisi menyita dokumen palsu yang seolah-olah meyakinkan orang bahwa harta di Swiss benar-benar ada.

Dokumennya tertulis cap 'Union Bank of Switzerland'. Tulisan paling atas berbunyi 'Asset Induk Dunia C.01/505/103'. Dalam dokumen tipu-tipu itu tercantum nilai aset Rp 4.500.000.000.000.000,00. Jumlah angka nol-nya memang kelewat banyak dan 'membutakan'.

Ketua Indonesia Mercusuar Dunia (IMD), lembaga di bawah naungan King of The King, Juanda (48) namanya, meyakinkan orang bahwa duit itu bisa untuk melunasi utang negara. Juanda adalah PNS di Karawang, Jawa Barat. Polisi sudah bergerak dan menangkapi para tersangka penipuan.

Cerita ini diulang lagi oleh King of The King dari Sukabumi. Leader dari King of The King Sukabumi bernama Moch Harzanto. Dia membual soal perjanjian Green Hilton Memorial Agreement, yang disebutnya sebagai perjanjian keuangan internasional.

"Kami berdasar pada sertifikat yang didasari ada kata bahasa 21 lembaran, dilahirkan menyangkut perjanjian Green Hilton. Perjanjian keuangan internasional makanya ada (sertifikat) kulit namanya 4245 terkenal dengan rekening negara atau dikenal dengan rekening paduka atau Sukarno," tutur Harzanto di Kecamatan Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (31/1).

Klaim serupa digunakan oleh para penipun pendahulu King of The King. Umumnya, penipu mengaku punya duit warisan para raja-raja Nusantara hingga Sukarno yang tersimpan di Swiss. Untuk mencairkannya, maka orang perlu menyetor duit dulu ke si penipu. Di luar negeri juga ada cerita-cerita berbau teori konspirasi ini.

Semua Berawal dari Fiksi Harta Sukarno di SwissHarzanto (Syahdan Alamsyah/detikcom)

Selanjutnya
Halaman
1 2 3