ADVERTISEMENT

Round-Up

Beda Pemprov DKI dan Donny soal Pergantian Dirut TransJ

Tim detikcom - detikNews
Senin, 27 Jan 2020 21:38 WIB
Pemprov DKI Jakarta memotong subsidi untuk transportasi dalam rencana anggaran 2020. Namun pemotongan subsidi transportasi itu tidak berpengaruh pada tarif.
Foto: Ilustrasi armada TransJakarta. (Agung Pambudhy-detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta dan Donny Andi S Saragih berbeda narasi soal pergantian Direktur Utama (Dirut) PT TransJakarta. Pemprov menyebut pengangkatan Donny dibatalkan, sementara Donny mengaku mengundurkan diri.

Pembatalan Donny yang baru 4 hari ditunjuk jadi Dirut TransJ itu diumumkan hari ini. Kepala BP BUMD Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Faisal Syafruddin mengatakan pembatalan itu berkaitan dengan status hukum Donny sebagai terpidana kasus penipuan.

"Donny Andy S. Saragih dibatalkan dari penunjukannya sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) pada Senin 27 Januari 2020. Keputusan itu diambil melalui mekanisme keputusan para pemegang saham di luar Rapat Umum Pemegang Saham PT TransJakarta merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 54 tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)," ujar Faisal dalam keterangan resmi, Senin (27/1/2020).

"Pembatalan ini dilakukan karena Donny Saragih, yang selama ini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (2017-2022), terbukti telah menyatakan hal yang tidak benar untuk kepentingannya dalam mengikuti proses seleksi sebagai direksi BUMD," imbuhnya.

Donny disebut memberikan pernyataan tidak benar mengenai rekam jejaknya. Keputusan pembatalan penunjukan Donny sebagai Dirut TransJ disampaikan dalam keputusan para pemegang saham di luar Rapat Umum Pemegang Saham.

"Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 54 tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Peraturan Gubernur Nomor 5 tahun 2018 tentang Tata Cara Pengangkatan Direksi, tiap calon direksi harus mengikuti Uji Kompetensi dan Keahlian dan harus terbukti "Cakap Melakukan Perbuatan Hukum" dengan membuat Surat Pernyataan Cakap Melakukan Perbuatan Hukum," ucapnya.

"Walaupun Donny Saragih telah mengikuti Uji Kompetensi dan Keahlian dan lolos untuk posisi direksi di BUMD Pemprov DKI Jakarta, namun pernyataan yang ditandatangani oleh yang bersangkutan bahwa tidak pernah dihukum (butir 2 Surat Pernyataan) ternyata tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya," imbuhnya.

Sementara, Donny Saragih mengaku mengundurkan diri dari Dirut PT Transjakarta karena kasusnya ramai dibicarakan. Dia mengaku mundur demi menghormati Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang sudah mengangkatnya.

"Daripada jadi merusak tatanan Pak Gubernur, iya kan. Harus ada yang gentleman. Harus ada yang ngalah. Dan saya ngalah untuk kelangsungan dan kenyamanan. Saya kan hormat Pak Gubernur angkat saya, tiba-tiba dibuat seperti ini (diberitakan sebagai terpidana), kan saya nggak enak sama beliau," kata Donny saat dihubungi wartawan, Senin (27/1/2020).

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT