Aksinya Viral di Medsos, 2 'Bajing Loncat' di Jakut Ditangkap Polisi

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Senin, 27 Jan 2020 19:37 WIB
Polisi tangkap bajing loncat di Jakarta Utara
Foto: Polisi tangkap 'bajing loncat' di Jakarta Utara (Sachril Agustin Berutu)
Jakarta -

Polisi menangkap dua orang pelaku pencurian 'bajing loncat' yang beraksi di kawasan Cilincing, Jakarta Utara. Aksi kedua pelaku ini sempat viral di media sosial.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, kedua pelaku yang ditangkap yakni MD (19) dan DP (15). Mereka ditangkap di kawasan Cilincing, Jakarta Utara pada Minggu (26/1).

"Pelaku mengambil satu ban dalam, kemudian 2 takal dan 1 dongkrak," kata Kombes Budhi kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Utara, Senin (27/1/2020).

Pencurian itu terjadi pada Kamis (23/1) di Jl Raya Cakung-Cilincing, Semper, Jakarta Utara, tepatnya di dekat Pintu Tol Kebon Baru. Aksi kedua pelaku ini direkam oleh seorang warga.

Dalam rekaman video itu, kedua pelaku melakukan pencurian saat truk berhenti. Aksinya cukup membahayakan, lantaran mereka mengambil barang curian itu dari kolong truk.

Kapolres menjelaskan, kedua pelaku hanya memakai tangan kosong untuk mengambil barang-barang dari bawah truk. Budhi pun mengatakan, pelaku beraksi di jam-jam sibuk.


"Jadi pada saat terjadi kemacetan, mereka kebetulan ini pada saat divideo, ngambilnya dari kolong (truk). Mereka dengan leluasa mengambil inventaris atau barang-barang yang ada di truk itu. Kemudian diturunkan atau dijatuhkan, kemudian kendaraan lewat, mereka baru mengambil," ujarnya.

Polisi pun melakukan pengembangan dan diketahui, 2 bajing loncat ini menjual barang hasil curiannya ke dua penadah. Kedua penadah hasil curian, LD (54) dan DN (51), ditangkap polisi di hari yang sama.

Budhi mengatakan, 2 takel yang dicuri ini dibeli LD seharga Rp 20 ribu per buah. Sementara dongkrak, seharga Rp 50 ribu.

Sedangkan ban dalam yang dirampas pelaku dijual kepada DN. Ban dalam itu dihargai Rp 10 ribu per buah.

Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti berupa 1 ban dalam, 2 takel, dan 1 dongkrak. Atas perbuatannya, pelaku MD dan DP dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Sementara tersangka LD dan DN, dijerat dengan Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

(mei/mei)