Donny Saragih Klaim Tak Langgar Syarat Jadi Dirut TransJ

Arief Ikhsanudin - detikNews
Senin, 27 Jan 2020 17:04 WIB
Donny Andy Saragih, Dirut baru Transjakarta (Dok. TransJakarta)
Eks Dirut TransJakarta, Donny Andy Saragih (Dok. TransJakarta)
Jakarta -

Pemerintah DKI Jakarta menyebut Donny Andy S Saragih melanggar syarat pencalonan sehingga penunjukannya sebagai Direktur Utama (Dirut) PT TransJakarta dibatalkan. Namun Donny mengaku tidak melanggar karena memiliki pemahaman berbeda soal cakap hukum.

Diketahui, dalam Pergub Nomor 5 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pengangkatan Direksi, tiap calon direksi harus mengikuti Uji Kompetensi dan Keahlian dan harus terbukti 'Cakap Melakukan Perbuatan Hukum' dengan membuat Surat Pernyataan Cakap Melakukan Perbuatan Hukum.

"Nggak ada yang dilanggar loh pada saat rekrutmen. Semua poin-poin yang ada pada Pergub Gubernur tidak ada yang terlanggar. Saya kan bukan masalah uang. Yang ada di pergub itu apabila tidak cakap dan kena hukuman untuk masalah keuangan BUMN atau BUMD, gitu lo. Saya kan bukan masalah uang," ucap Donny saat dimintai konfirmasi, Senin (27/1/2020).

Menurut Donny, kasus yang menjeratnya adalah kasus penipuan bersifat pribadi. Tidak ada sangkut pautnya dengan soal keuangan perusahaan.

"Penipuan itu kan pribadi. Bukan.... Begini, kalau kita berbicara bahasa hukum, 'cakap dalam melakukan' gitu ya. Kalau misalnya cakap dalam keuangan perusahaan, artinya pada saat saya jadi direktur, saya menjalankan perusahaan itu rugi atau saya korupsi. Itu artinya tidak cakap dalam menjalankan keuangan perusahaan. Bahasa hukumnya itu," ucap Donny.

Donny mencontohkan kasus korupsi di Jiwasraya. Baginya, pejabat Jiwasraya melakukan pelanggaran hukum yang berakibat pada kerugian perusahaan.

"Seperti ini lah, Jiwasraya. Saya menginvestasikan ke tempat yang salah. Itu namanya tidak cakap dalam keuangan perusahaan. Itu maksudnya begitu. Cakap melakukan perbuatan hukum itu seperti itu yang di pergub," kata Donny.