Fahd Sebut Nama Priyo-Vasco, Elite Berkarya Minta KPK Tentukan Status

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Jumat, 24 Jan 2020 18:59 WIB
Ketua DPP Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang (Foto: Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Jakarta -

Ketua DPP Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang mengatakan pihaknya mendukung KPK mengusut kejelasan keterlibatan Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso dan Ketua DPP Partai Berkarya Vasco Ruseimy terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Al Quran beberapa tahun lalu. Dia menyebut, status kedua orang itu harus segera diperjelas.

"Sementara berproses dari tahun 2011, 2017 hingga hari ini KPK mulai mengangkat kembali kasus ini. Dan saya bersama beberapa teman sangat men-support teman-teman di KPK untuk kasus ini dituntaskan," kata Picunang di kantor DPP Partai Berkarya, Jalan Pangeran Antasari, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (24/1/2020).

"Apabila Sekjen kami terlibat, salah satu ketua kami disebut namanya, agar segera diperiksa dan diberikan status, apakah sebatas saksi atau tersangka apabila mereka betul-betul terlibat. Karena ini sangat memengaruhi kewibawaan partai, baik di pusat dan daerah," sambungnya.

Dia mengatakan pihaknya telah berkonsultasi dengan Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto terkait hal yang berhubungan dengan Priyo dan Vasco ini. Picunang menyebut beberapa aspirasi dari pengurus daerah dan pusat juga akan dikomunikasikan.

"Hari ini dan beberapa hari ke depan, kami akan berkonsultasi dengan Bapak Tommy Soeharto untuk menyampaikan aspirasi daerah dan teman-teman DPP, khususnya menyoroti masalah kesekjenan kami, yakni Bapak Priyo Budi Santoso, baik secara internal partai telah melakukan beberapa kebijakan-kebijakan di luar kebijakan partai dan Anggaran Dasar partai," ucap Picunang.

Picunang pun mengatakan sejumlah kader partai juga tengah mempertanyakan kebenaran keterlibatan Priyo dan Vasco dalam dugaan korupsi tersebut. Menurutnya, dikaitkannya kedua tokoh partai itu dengan kasus dugaan korupsi dapat mempengaruhi kinerja partai.

"Teman-teman keluarga besar Partai Berkarya mempertanyakan hal itu dan ini menyangkut kinerja partai kami dalam rangka menghadapi Pilkada 2020 dan persiapan Pemilu 2024," ungkapnya.

Sebelumnya, mantan terpidana kasus korupsi di Kementerian Agama (Kemenag), Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq, tersenyum setibanya di KPK untuk menjalani pemeriksaan. Dia mengaku senang lantaran meyakini KPK memproses nama-nama yang disebutkannya terlibat dalam perkara yang pernah menjeratnya itu.

"Saya diperiksa hari ini terkait penundaan yang kemarin, menindaklanjuti hasil putusan pengadilan yang saya jalani kemarin terkait dengan Kementerian Agama," kata Fahd di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (23/1/2020).

Fahd memang cukup vokal menyebut sejumlah nama dalam kasusnya. Salah satu yang cukup sering disebutnya adalah nama Priyo Budi Santoso.

"Sudah saya sebut semua (soal Priyo Budi Santoso). Kalau soal menetapkan itu kewenangan penyidik. Saya sampaikan apa yang saya jalani, semua saya sampaikan ke penyidik. Tidak ada yang ditutupi," kata Fahd.

"Iya itu kan, semua kan, Syamsurachman, Vasco (Vasco Ruseimy), nama-nama pejabat kementerian lain sudah saya sebutkan semua. Tinggal sekarang baru Pak Undang, sekarang tinggal pengusahanya kan," imbuhnya

Tonton juga video Komisioner KPU Hasyim Asy'ari Beri Kesaksian di KPK Soal Pemilu DPR:

[Gambas:Video 20detik]

(azr/imk)