Disebut Tak Paham Sejarah, Roy Suryo Polisikan Petinggi Sunda Empire

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Jumat, 24 Jan 2020 16:49 WIB
Disebut tak paham sejarah, Roy Suryo mempolisikan petinggi Sunda Empire. (Samsudhuha W/detikcom)
Jakarta -

Pakar telematika Roy Suryo membuat laporan polisi ke Polda Metro Jaya terkait dirinya yang disebut-sebut tidak mengerti sejarah oleh petinggi Sunda Empire, Rangga Sasana, dalam sebuah acara televisi. Selain itu, Roy melaporkan terkait informasi yang dibuat di Wikipedia yang diduga dilakukan oleh Sunda Empire.

Awalnya, Roy beberapa waktu lalu diundang bersama Rangga Sasana di salah satu acara di stasiun televisi swasta, ILC, di TV One. Dalam acara yang membahas sejarah, termasuk soal Sunda Empire, Roy disebut dituduh tidak mengerti sejarah oleh Rangga.

"Ketika saat live di salah satu stasiun TV pada hari Selasa malam di Hotel Borobudur, terjadi diskusi tentang kelahiran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan kemudian NATO. Yang bersangkutan mengatakan PBB dan NATO itu dilahirkan, didirikan, di Bandung di gedung Isola," kata Roy kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

"Kemudian yang bersangkutan malah mengatakan secara langsung kalau saya salah tidak mengerti sejarah. Karena dia nuduh saya nggak ngerti sejarah, dia ubah sejarah, dan inilah yang saya laporkan, itu intinya," sambungnya.

Dia menyebut hanya tertawa mendengar ucapan Rangga. Rangga juga menyebut institusi yang dia pegang, yakni Puro Pakualaman, bentukan Belanda. Menurutnya, hal itu salah karena Puro Pakualaman tidak berpihak kepada Belanda.

"Ini fatal sekali karena Pakualaman itu berasal dari Jogja, merupakan bagian dari Keraton Yogyakarta, dan tidak berpihak kepada Belanda," jelas Roy.

Simak Video "Petinggi Sunda Empire Ngaku Bisa Hentikan Nuklir"

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2 3