Sidang Suap Emirsyah Satar

Cerita Pejabat Garuda soal Rugi Operasikan Pesawat Bombardier

Faiq Hidayat - detikNews
Kamis, 23 Jan 2020 13:38 WIB
Kesaksian salah satu pejabat Garuda Indonesia dalam persidangan dengan terdakwa Emirsyah Satar (Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta -

Penggunaan pesawat Bombardier disebut membuat PT Garuda Indonesia merugi. Pesawat bikinan Kanada itu disebut dioperasikan tidak sesuai dengan tujuan awal.

Pesawat yang dimaksud adalah pesawat Sub-100 Seater Canadian Regional Jet 1.000 Next Generation (CRJ1.000NG) dari Bombardier Aerospace Commercial Aircraft. Setidaknya kerugian itu disampaikan Rajendra Kartawiria saat menjabat Vice President CEO Office PT Garuda Indonesia.

"Kalau yang saya dengar sih masih rugi," ujar Rajendra saat bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2020).

Rajendra lantas menyampaikan latar belakang pembelian pesawat pabrikan Kanada itu. Dia menyebut perusahaan sebelumnya bermaksud membeli pesawat itu untuk rute jarak jauh.

"Jadi begini, pada waktu kita mencari pesawat itu kan tujuannya adalah yang tadinya semua lewat Jakarta jadi langsung, gitu, misal Surabaya-Medan langsung. Lalu, ketika itu proses berjalan, yang saya pahami tiba-tiba kompetitor memesan pesawat kecil untuk terbang-terbang pendek," kata Rajendra.

"Ketika kita mengusulkan seperti itu, masih ada Merpati, jadi jatahnya Merpati. Akhirnya pesawat itu digunakan untuk rute pendek yang tidak sesuai rencana awal. Itu yang bikin rugi," imbuhnya.

Simak Video "Berikut Pasukan Direksi dan Komisaris Garuda yang Baru"

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2