KPK Kaji Ada-Tidaknya Unsur Merintangi Penyidikan di Pelarian Harun Masiku

Ibnu Hariyanto - detikNews
Rabu, 22 Jan 2020 22:23 WIB
Ali Fikri (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK masih mengkaji ada tidaknya unsur merintangi dan menghalangi penyidikan atau obstruction of justice sebagaimana diatur dalam Pasal 21 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dalam pelarian tersangka KPK Harun Masiku. KPK akan melakukan kajian mendalami untuk mengetahui hal itu.

"KPK sudah sering menerapkan ketentuan Pasal 21 untuk merintangi penyidikan maupun penuntutan. Namun perlu dikaji lebih dahulu secara menyeluruh secara mendalam tentunya begitu. Tidak serta-merta begitu saja dengan mudah kita menerapkan pasal 21," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri di kantornya, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2020).

Sebab, Ali mengatakan dalam menerapkan Pasal 21 UU Tipikor itu, KPK harus mempunyai alat bukti yang kuat. Menurut Ali, penerapan sebuah pasal tidak boleh dilakukan dengan serta-merta.

"Pasal 21 memang di situ berbunyi barang siapa setiap orang yang sengaja merintangi penyidikan ataupun proses penuntutan gitu tetapi tentunya kan itu perlu kajian lebih jauh, kajian dari jauh. Karena bagaimanapun juga penerapan pasal-pasal tentunya kita aturan hukum bahwa harus ada bukti permulaan yang cukup, ketika akan menetapkan siapa tersangkanya," tuturnya.

Namun Ali menyebut KPK belum berani berspekulasi lebih jauh soal ada tidaknya unsur obstruction of justice atau merintangi dan menghalangi penyidikan dalam pelarian Harun Masiku saat ini. KPK juga masih menunggu hasil pendalaman Direktorat Jenderal Imigrasi soal dugaan ada persoalan perangkat yang ada di Bandara Soekarno-Hatta sehingga tidak mengetahui kedatangan Harun.

"Tentunya kami sangat menghargai itu ya upaya dari Dirjen Imigrasi yang menyatakan akan melakukan pendalaman. Kita nanti ikut dulu, seperti apa kendalanya, kita ikuti dulu pendalamannya. Kami tidak mau berspekulasi, apakah itu faktor sengaja dan lain-lain karena informasi resminya kan belum disampaikan oleh Pak Dirjen. Kita ikuti dulu prosedur itu," kata Ali.

Terlepas dari itu, Ali mengatakan KPK sudah melakukan sejumlah upaya untuk menangkap Harun, salah satunya meminta bantuan Polri. Namun hingga kini keberadaan Harun belum diketahui.

"Polri yang tentunya jaringan di daerah sangat luas kemudian melakukan pencarian yang antara lain dilakukan pencarian di tempat tinggalnya di Gowa dan ternyata di sana belum menghasilkan atau belum mengetahui adanya keberadaan tersangka HAR ini. Sejauh ini KPK beserta dengan bantuan Polri terus berupaya mencari dan menangkap tersangka HAR," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2