Eks Pro-Bamsoet Protes Tak Masuk DPP, Golkar: Sudah Diakomodasi

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 22 Jan 2020 17:58 WIB
Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia (Zhacky/detikcom)
Jakarta -

Kader Partai Golkar eks pendukung Bambang Soesatyo (Bamsoet) memprotes kepemimpinan Ketum Golkar Airlangga Hartarto karena dinilai hanya memasukkan 4 dari 100 orang eks pro-Bamsoet. Waketum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia membantah hal tersebut dan mengatakan Airlangga sudah cukup mengakomodasi eks pro-Bamsoet.

"Dari lihat dari hasil kepengurusan kemarin, itu kita kan juga sudah cukup mengakomodir, ya kan. Saya kira tidak benar ada 4, banyak gitu ya," kata Doli di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Doli mengatakan komposisi pengurus DPP Golkar saat ini cukup banyak dan semua potensi kader diakomodasi. Doli mengatakan pendekatan Airlangga dalam menyusun pengurus Golkar adalah menempatkan kader terbaik di jabatan yang terbaik pula.


"DPP juga DPP yang sekarang ini sejak awal sudah dikatakan komponennya banyak. DPP itu terdiri atas Dewan Pengurus, ada Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Dewan Penasihat, terus kemudian ada badan-badan. Jadi semuanya, semua potensi kita akomodir," ujar Doli.

"Nah tentu pendekatannya sekali lagi saya katakan waktu itu yang utama adalah bagaimana kepengurusan ke depan itu bisa memenuhi sistem meritrokrasi, the right man on the right place. Jadi pendekatannnya seperti itu," sambungnya.

Doli meminta semua kader memberikan kesempatan kepada Airlangga untuk memimpin Golkar. Doli menilai kepemimpinan Airlangga di Golkar masih 'pagi'.

"Nah, kita berilah kesempatan sama Pak Airlangga, kewenangan Pak Airlangga ini untuk berjalan, untuk memimpin partai ini. Jadi kalau pagi-pagi sudah dibilang 'wah ini udah nggak ini', gimana menilainya? Orang belum jalan," ucapnya.

Sebelumnya, kader Golkar eks pendukung Bamsoet memprotes kepemimpinan, Airlangga Hartarto. Rezim Airlangga Hartarto dinilai telah melakukan dusta politik karena hanya memasukkan 4 dari 100 orang eks pro-Bamsoet ke kepengurusan DPP.

"Sungguh sangat disesalkan sebab AH (Airlangga Hartarto) dan rezim politiknya telah melakukan dusta politik dan atau kemunafikan politik, dengan hanya memasukkan empat orang dari hampir 100 orang tim inti pendukung Bamsoet dalam kompetisi pemilihan ketua umum pada Munas X," ujar jubir Tim 9 atau eks pro-Bamsoet, Viktus Murin, di Restoran Batik Kuring, Jakarta Selatan, Jumat (17/1).

Simak Video "Tim Hukum DPP PDIP Konsultasi ke Dewan Pers soal Berita Bohong"

[Gambas:Video 20detik]

(rfs/azr)