KPU Sebut Ada Pemangkasan Anggaran Pilkada di 2 Daerah

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 19:14 WIB
Foto: Ketua KPU Arief Budiman. (Lisye-detikcom)
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyebut ada pemangkasan anggaran Pilkada 2020 di dua daerah. Namun, belum diketahui pasti alasan adanya tersebut dan daerah mana yang mengalami pemangkasan anggaran.

"Ada, yang melaporkan kemarin itu misalnya ada dua daerah yang melaporkan," kata Ketua KPU RI Arief Budiman, di Kantor KPU, Jl. Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2020).

"Belum tahu (penyebannya apa), kita belum terima laporan resmi dari seluruh daerah. Memang ada beberapa yang diputuskan tanpa melibatkan KPUD, ada juga yang meminta atau mengajak KPU untuk membahas. Saya belum dapat data detailnya," lanjut Arief.


Arief menilai bisa saja ada pemangkasan ataupun rasionalisasi anggaran untuk efisiensi. Asalkan, lanjut Arief, tak menganggu proses pilkada, apalagi proses yang metodenya telah ditentukan dalam undang-undang.

"Ya prinsipnya begini, kalau memang masih bisa dirasionalisasi tentu saya mendorong pemilu itu harus efektif efisien. Artinya murah agar hemat kemudian tidak mengganggu substansi pelaksanaan pilkada itu sendiri," ujarnya.

"Artinya hal-hal yang sangat substansial penting harus sangat dilaksanakan dengan metode dan cara yang sudah ditentukan oleh UU nggak bisa diubah. Misalnya kita harus melaksanakan kegiatan A, biayanya memang agak banyak, ya kita harus laksanakan," lanjut Arief.


Tidak hanya itu, sebelumnya anggaran pengawasan Bawaslu di 6 daerah juga mengalami pengurangan. Alasannya karena adanya keterbatasan APBD.

"Ada enam daerah yang mengalami pengurangan anggaran (pengawasan untuk Bawaslu). Iya (alasannya) ada keterbatasan anggaran APBD," kata Ketua Bawaslu RI Abhan di Kantor Kemendagri, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2020).

Adapun keenam kabupaten itu ialah Ogan Komering Ulu Timur (Sumatera Selatan), Ogan Komering Ilir (Sumatera Selatan), Muko-muko (Bengkulu), Rejang Lebong (Bengkulu), Purworejo (Jawa Tengah), dan Kota Baru (Kalimantan Selatan).



Tonton juga video DKPP Copot Wahyu Setiawan dari Anggota KPU:

[Gambas:Video 20detik]



(eva/aud)