Round-Up

Keterangan Pramugari Siwi dan Pengacara Usai Pemeriksaan Polisi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 07:31 WIB
Foto: Pramugari Siwi polisikan akun @digeeembok (Jefrie/detikcom)
Jakarta - Pramugari Garuda Indonesia, Siwi Widi Purwanti atau Siwi Sidi memberikan keterangan kepada polisi terkait laporannya soal tudingan akun Twitter @digeeembok soal 'gundik Garuda'. Dalam pemeriksaan itu Siwi Sidi dicecar 42 pertanyaan oleh polisi.

"(Pertanyaan) terkait apa-apa aja postingan di Twitter ya, akun Twitter @digeeembok yang telah rugikan klien kami yang merupakan fitnah yang tidak berdasar dan ada kebenaran sama sekali," ujar salah satu tim kuasa hukum Siwi Sidi, Vidi G Syarief kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Siwi diperiksa pada Senin (20/1) selama 5 jam mulai pukul 11.00-17.15 WIB. Total ada 42 pertanyaan yang diajukan oleh penyidik Subdit Cyber Crime Polda Metro Jaya terhadap Siwi.

Dalam pemeriksaan tersebut, Siwi membawa sejumlah bukti-bukti, di antaranya tangkapan layar postingan akun Twitter @digeeembok. Sejauh ini polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi dalam penyelidikan kasus tersebut.



Vidi pun mendesak polisi untuk segera mengungkap siapa sosok dibalik akun @digeeembok.

"Ya pada intinya kalau orang melapor 'kan ingin segera kasus ini bisa terungkap dan terbuka secara terang benderang jelas dan untuk menangkal tudingan fitnah tidak benar tadi," lanjut Vidi.

Soal siapa sosok dibalik akun tersebut, Vidi mengungkap kecurigaannya. Ia menduga, pelaku 'disuplai' informasi soal Siwi oleh orang yang berteman dengan kliennya di akun Instagram.

"Karena kalau melihat postingannya kan kelihatannya orang tahu jadwal, kemudian tahu instagramnya klien kami. Kan instagramnya dia terbatas, private ya. Jadi orang-orang yang pasti dikenal," kata Vidi.



Sementara hingga saat ini pemilik akun tersebut tidak memiliki itikad baik untuk meminta maaf kepada kliennya. Meski begitu, pihaknya menilai tudingan tersebut tidak berdasar, sehingga harus diusur tuntas.

"Enggak ada (permintaan maaf), kita nggak bicara permintaan maaf. Ini sudah ada tindak pidana, Pasal ITE 27 ayat 3, KUHP 310, dan 311, jadi tentu penyidik yang akan dalami ini," tuturnya.

Sementara Siwi memiliki pandangan lain. Ia menduga pemilik akun melempar tuduhan itu untuk mencari keuntungan semata.

"Orang media kali ya, yang nyari keuntungan," kata Siwi. Namun Vidi kemudian meluruskan maksud 'media' yang disebut Siwi adalah akun media sosial penyebar gosip.

Penyelidikan polisi masih terus berlanjut. Siwi menyampaikan kesediaannya untuk diperiksa bila sewaktu-waktu polisi membutuhkan keterangan tambahan darinya.

"Siap dong, pastilah," ujarnya.



Penyelidikan polisi terkait laporan Siwi itu masih terus berlanjut. Polisi juga mengagendakan pemeriksaan sejumlah saksi hingga ahli untuk melengkapi penyelidikan itu.

"Hari ini kita jadwalkan (pemeriksaan) tiga, tapi yang dua minta diundur Kamis, rencana besok (Selasa, 21 Januari 2020) dua lagi yang diperiksa di sisi rekan saudari Siwi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020).

"Kita jadwalkan minggu depan periksa saksi ahli, ada tiga saksi ahli yang akan kita coba minta keterangannya. Pertama saksi ahli bahasa, ahli ITE, dan ahli pidana," ujar Yusri.

"Nanti akan kita kumpulkan kalau sudah selesai, termasuk analisa akun Twitter @digeeembok masih terus dilakukan penyidik," sambung Yusri.



Selain saksi ahli, Yusri menyebut akan memanggil sejumlah staf yang bekerja di Garuda. Staf tersebut akan dikonfirmasi terkait status Siwi di Garuda.

"Dari staf Garudanya, kan masuk masalah kerja. Kan Siwi kerja di Garuda, kita akan tahu apa memang betul kerja di Garuda. Dia status kontrak selama 2 tahun, nanti akan dipanggil lagi staf Garuda betul nggak sih si Siwi kerja," jelasnya.



Beberapa rekan kerja Siwi juga akan dimintai keterangan oleh polisi. Sebelumnya, polisi memeriksa 2 saksi rekan Siwi.

"Ya (pramugari) ada beberapa, 8 saksi lagi yang akan dipanggil," ujar Yusri.

Seperti diketahui kasus 'gundik Garuda' itu dilaporkan Siwi ke Polda Metro Jaya. Dia merasa nama baiknya tercemarkan lantaran dituding sebagai 'gundik Garuda'. (mei/fjp)