Round-Up

Sandera Terakhir Bebas dari Cengkeraman Abu Sayyaf

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 17 Jan 2020 07:33 WIB
Foto ilustrasi: Tentara Filipina (REUTERS/Stringer)
Jakarta - Sebelumnya, tiga Warga Negara Indonesia (WNI) Samiun Maneu (27), Maharuydin Lunani (48) dan Muhammad Farhan (27) disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina. Kini ketiganya berhasil selamat dari kelompok bersenjata itu. Seorang prajurit militer Filipina gugur dalam operasi pembebasan tiga orang Indonesia itu.

Awal penyanderaan dimulai pada September 2019. Ketiganya diculik oleh sekelompok pria bersenjata dari kapal mereka di perairan Tambisan, Lahad Datu, Sabah. Para penculik kemudian membawa ketiga orang Indonesia itu ke kepulauan Filipina. Sebuah video menayangkan permohonan mereka.



"Kami meminta Presiden Indonesia untuk membantu membebaskan kami. ASG (kelompok Abu Sayyaf) meminta tebusan sebesar 30 juta Peso (Rp 8,3 miliar)," ucap Samiun dalam video tersebut.

Sandera Terakhir Bebas dari Cengkeraman Abu SayyafIlustrasi: Jokowi dan Duterte (Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia kemudian berkoordinasi dengan pihak Malaysia dan Filipina demi membebaskan Samiun, Maharuydin Lunani, dan Muhammad Farhan. Melalui Menteri Luar Negeri RI Retno Lestari Priansari Marsudi diketahui bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta bantuan langsung ke Presiden Filipina Rodrigo Duterte untuk membebaskan sandera.

"Mengenai itu jadi kemarin saya berkesempatan pada saat KTT ASEAN-RoK, saya bertemu dengan Menteri Pertahanan Filipina dan kemudian Presiden (Jokowi) melakukan pembicaraan dengan presiden Filipina Duterte," kata Retno di Hotel JS Luwansa, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (27/11/2019).



Kabar gembira terdengar sampai Indonesia pada Minggu (22/12/2019). Dua sandera Abu Sayyaf berhasil dibebaskan oleh tentara Filipina. Samiun dan Maharuydin berhasil dibebaskan.

"Setelah 90 hari dalam penyanderaan, melalui kerjasama erat Indonesia dan Filipina, 2 WNI berhasil dibebaskan dari penyanderaan ASG (Abu Sayyaf Group) pada tanggal 22 Des 2019. Satu WNI masih terus diupayakan pembebasannya," kata Kementerian Luar Negeri RI dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/12/2019).
Selanjutnya
Halaman
1 2