Begini Strategi KPK Memburu Harun Masiku di Luar Negeri

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Rabu, 15 Jan 2020 08:25 WIB
Foto: Rachman Haryanto
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Genap seminggu berlalu, belum ada niat baik Politikus PDIP Harun Masiku menyerahkan diri sejak ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan suap. KPK berjanji tidak pernah berhenti mengejar Harun yang kabur ke luar negeri, ini strateginya.

Harun tercatat meninggalkan Indonesia pada 6 Januari 2020, dua hari sebelum operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan pada 8 Januari 2020.



Pada 9 Januari 2020, KPK menetapkan Harun sebagai tersangka karena diduga memberi suap kepada Wahyu Setiawan untuk memuluskan jalannya dalam pergantian antarwaktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia, yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun, dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia. Berdasarkan data Imigrasi, jejak Harun terlacak terbang ke Singapura dan hingga kini belum kembali ke Tanah Air.


Janji KPK terus mengejar Harun diucapkan Ketua KPK, Firli Bahuri. "Yang pasti selaku penyidik, selaku petugas pemberantasan tindak pidana korupsi dari KPK, kita tidak akan pernah berhenti mencari seseorang tersangka. Karena sebenarnya tersangka adalah seseorang yang karena perbuatannya atau keadaannya berdasarkan bukti permulaan yang cukup patut diduga sebagai pelaku tindak pidana," kata Firli usai bertemu pimpinan MPR, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/1/2020).

KPK telah melakukan sejumlah langkah untuk menangkap Harun Masiku.

Begini strategi KPK memburu Harun Masiku:
Selanjutnya
Halaman
1 2 3