Pelapor: Oknum yang Peras Rp 1 M Bukan AKBP Andi Sinjaya, tapi 'Markus'

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Selasa, 14 Jan 2020 22:12 WIB
Budianto (Samsuduha Wildansyah/detikcom)
Budianto (Samsuduha Wildansyah/detikcom)

"Saya marah kasusnya lama dan begitu saya tanpa sengaja saya bicara ke Neta bahwa ada permintaan uang. Tapi saya sama Neta nggak ngomong detail karena di telepon. 'Bang saya dimintai penyidik Rp 1 M' saya bilang begitu, tapi memang bukti si markusnya kan ada yang dia meyakinkan saya itu," papar Budi.

"Saya apresiasi itu karena dengan Neta saya telepon dengan emosi. Karena saya emosi sekali akhirnya ada koreksi. Tapi kan memang Neta dengar dari saya nggak utuh karena Neta nggak tahu bukti-bukti ini," sambungnya.

Atas kesalahan informasi ini, Budianto pun dimintai keterangan Propam Polda Metro Jaya. Dalam kesempatan itu, Budianto menjelaskan secara gamblang terkait kronologi pemerasan itu. Dia juga akan mengoreksi pernyataannya kepada Neta S Pane.

Budianto justru mengapresiasi AKBP Andi. Sebab, baru di bawah kepemimpinan Andi Sinjaya, kasusnya itu membuahkan progres, meski polisi belum bisa melimpahkan tersangka lantaran tersangka tidak diketahui keberadaannya.

"Saya mengapresiasi yang sudah dilakukan oleh Pak Kasat sekarang karena saat kemarin jumpa sama saya Pak Kasat sampaikan sudah ada sprinkap-nya (surat perintah penangkapan)," kata Budi.

Budianto pun meminta maaf atas kesalahan informasi tersebut.

"Jadi saya atas pribadi saya minta maaf karena saya nggak menyangka bahwa secara emosional dampak si markus ini saya harus melaporkan ke Kapolda dan itu nggak utuh," pungkas Budi.


Halaman

(sam/mei)