Temui UNODC, Dewas KPK Dapat Masukan soal Kode Etik-Cegah Korupsi

Ibnu Hariyanto - detikNews
Selasa, 14 Jan 2020 19:04 WIB
KPK menerima kunjungan dari Kantor Perserikatan Bangsa‑Bangsa Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC) (Ibnu Hariyanto/detikcom)
KPK menerima kunjungan dari Kantor Perserikatan Bangsa‑Bangsa Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC) (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Jakarta - Dewan Pengawas (Dewas) KPK menerima kunjungan dari Kantor Perserikatan Bangsa‑Bangsa Urusan Narkoba dan Kejahatan (United Nation Office on Drugs and Crime atau UNODC). Dewas KPK mengaku banyak menerima masukan soal penyusunan kode etik.

"Nanti selanjutnya juga mereka akan memberikan kepada kami Dewas, bagaimana contoh-contoh dalam menyusun kode etik yang berlaku di beberapa negara-negara. Mungkin bisa kita adopsi nanti," kata Ketua Dewas KPK Tumpak Panggabean di gedung Anti-Corruption Learning Center (ACLC), Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (14/1/2020).


Hal itu disampaikan Tumpak usai pertemuan dengan UNODC yang diwakili oleh Country Manager UNODC Indonesia, Collie Brown. Pertemuan itu juga diikuti seluruh anggota Dewas KPK, yakni Syamsuddin Haris, Albertina Ho, Harjono, dan Artidjo Alkostar.

Tumpak mengatakan kerja sama KPK dengan UNODC sudah terjalin sejak 2007. Selain soal kode etik, Dewas KPK dan UNODC membahas berbagai hal soal pencegahan dan pemberantasan korupsi.

"Intinya, mereka akan memberikan informasi kepada KPK, Dewas KPK berbagai hal untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi di Indonesia," kata Tumpak.

Selanjutnya
Halaman
1 2