Kaleidoskop 2019

Duka di Pesta Demokrasi 2019: Ratusan Petugas KPPS Gugur

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 31 Des 2019 14:13 WIB
Ilustrasi suasa di TPS saat pemilu (Foto: Lamhot Aritonang-detikcom)
Jakarta - Tahun 2019 adalah tahun pesta demokrasi. Di balik gegap gempita penyaluran aspirasi dan menang-kalahnya para calon, ada ratusan orang meninggal dunia di Pemilu 2019.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut mereka sebagai pejuang demokrasi. Mereka adalah anggota Kelompok Penyelengara Pemungutan Suara (KPPS) yang tak boleh dilupakan.

"Atas nama bangsa, saya sampaikan dukacita meninggalnya petugas pemilu, petugas KPPS setelah menjalankan tugasnya. Semoga arwahnya diberikan tempat mulia oleh Allah SWT," ujar Jokowi saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, 9 Juni 2019 lalu.



Jumlah KPPS dari seluruh Indonesia yang meninggal dunia ada ratusan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 16 Mei 2019 menyebut jumlah KPPS yang meninggal ada 486 jiwa. Di luar itu, ada 4.849 orang petugas KPPS yang sakit. Bila jumlah petugas KPPS yang meninggal dan yang sakit dijumlah, maka total ada 5.335 orang.

Angka 486 orang meninggal jelas bukan sedikit. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada siaran pers 16 Mei 2019 menyebut ada 527 orang petugas Pemilu 2019 yang meninggal dunia.

Penyebab

Menteri Kesehatan saat itu, Nila Farid Moeloek, mengatakan meninggalnya petugas KPPS itu karena sakit yang diidap masing-masing. Lebih dari setengah jumlah petugas yang meninggal disebutnya mengalami sakit jantung. Ini juga diperparah dengan jam kerja petugas KPPS yang melebihi batas kewajaran.

"Sakit jantung, 53 persen. umur tua, 54 persen. Jadi memang risiko mereka ada," kata Menkes saat dijumpai di Kantor Dinkes DKI Jakarta, 27 Mei 2019.

Lintas Kajian Disiplin Universitas Gadjah Mada (UGM) menyebut kematian 12 petugas KPPS di Yogyakarta karena penyakit jantung atau strok. Faktor yang memperparah kondisi itu adalah beban kerja.



"Bahwa ada juga tekanan yang datang yang menyebabkan kondisi fisik mereka turun dan itu menjadi faktor penyebab munculnya masalah kardiovaskular itu. Tapi sekali lagi, sebabnya adalah sebab alamiah," kata Koordinator Penelitian Abdul Gaffar Karim di gedung KPU RI, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, 25 Juni 2019.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut ada faktor kelalaian di balik meninggalnya KPPS. Standar regulasi persyaratan KPPS tentang syarat mampu secara jasmani dan rohani serta bebas dari penyalahgunaan narkoba dari yang semula berdasarkan hasil pemeriksaan rumah sakit atau puskemas bisa diganti dengan surat pernyataan dari yang bersangkutan.

Ombudsman menilai ada maladministrasi di balik meninggalnya ratusan petugas KPPS. Ombudsman mendorong agar pemerintah meminta maaf ke pihak korban.
Selanjutnya
Halaman
1 2