Ngabalin: ICW Tak Pantas Sebut Kehancuran KPK Disponsori Jokowi

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 30 Des 2019 06:53 WIB
Ali Mochtar Ngabalin. (Eva Safitri/detikcom).
Jakarta - Pihak Istana Kepresidenan menyesalkan pilihan kata yang digunakan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) untuk menyampaikan hasil amatannya terhadap kondisi KPK dewasa ini. Sebelumnya, ICW menilai tahun ini adalah tahun kehancuran KPK yang disponsori Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan DPR.

"ICW tidak pantas dan tidak layak menggunakan pilihan kata seperti itu. Itu adalah pembodohan masyarakat dan melahirkan kebencian masyarakat kepada pemerintah dan DPR," kata Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin kepada wartawan, Senin (30/12/2019).



Ngabalin berpandangan yang dilakukan Jokowi adalah mendukung penguatan KPK melalui sikapnya terhadap Revisi Undang-Undang KPK, dan kini telah disahkan DPR menjadi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019. Penguatan KPK yang didukung Jokowi juga meliputi pembentukan Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

"ICW kan sudah punya nama, maka pakailah pilihan kata yang bagus dan memberikan pencerahan, supaya Anda tidak disebut sebagai provokator," kata Ngabalin.



Tonton Blak-blakan Febri Diansyah: Dua Syarat Jubir KPK:


Selanjutnya
Halaman
1 2