PKS Apresiasi Jenderal Idham Tangkap Penyerang Novel, Singgung Era Tito

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 29 Des 2019 14:03 WIB
Sohibul Iman (Lisye/detikcom)
Jakarta - Presiden PKS Sohibul Iman enggan menanggapi spekulasi keterlibatan jenderal di balik penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Sohibul lebih memilih mengapresiasi langkah Polri di bawah Kapolri Jenderal Idham Azis.

"Saya kira ini proses hukum saja, kita jangan pakai dugaan-dugaan, proses saja hukum. Oh iya, saya minta ke Pak Kapolri Idham Azis tolong ini diproses dengan sebaiknya supaya masyarakat mendapatkan kepuasan, dapat haknya untuk melihat kasus ini tuntas," kata Sohibul seusai acara Maulid Nabi di DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (29/11/2019).

"Dan kami apresiasi Pak Idham di mana dua tahun lebuh Pak Tito tidak bisa menangkap pelaku sekarang beliau bisa," imbuh dia.


Sohibul meminta pengusutan kasus Novel Baswedan tak dilakukan setengah hati. Jika Jenderal Idham Azis bisa mengungkap kasus Novel hingga tuntas, Sohibul menyebut apresiasi lebih besar bakal diterima.

"Nah, tentu ini jangan tanggung-tanggung kalau sekarang sudah ada pelaku yang ditangkap ini ditelusuri sampai ke akarnya. Nanti apresiasi kepada Pak Idham tentu akan jauh lebih besar kalau sampai ke akar," ucap Sohibul.


Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan dugaan keterlibatan dua polisi aktif ini diketahui awalnya berdasarkan hasil dari penyelidikan, penyidikan, dan laporan intelijen. Laporan itu kemudian mengerucut kepada dua nama dan kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

Ketika ditanya soal adanya isu jenderal yang terlibat dari peristiwa ini, Argo mengaku belum mendapat informasi. Dia menyebut pihaknya hingga saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap dua tersangka ini.

"Nggak ada (adanya dugaan keterlibatan pihak lain). Sementara belum ada kan, belum selesai diperiksa," jelas Argo, Sabtu (28/12).

Simak Video "Ini Peran 2 Pelaku Penyiram Air Keras Novel Baswedan"

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/tor)