Komnas HAM Minta Polri Ungkap Peneror Novel Bergerak Sendiri Atau Diperintah

Haris Fadhil, Zunita Putri - detikNews
Minggu, 29 Des 2019 07:47 WIB
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam (Foto: Ari Saputra-detikcom)
Jakarta - Komnas HAM mengapresiasi Polri yang menangkap dua orang terduga pelaku teror air keras terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan. Komnas HAM meminta penyidikan kasus ini dilakukan transparan.

"Pertama kami mengapresiasi ada pergerakan untuk kasus Novel. Namun demikian, harus dibarengi komitmen yang tinggi akan proses yang transparan," kata Komisioner Komnas HAM, Mohammad Choirul Anam, Sabtu (28/12/2019).



Anam mengatakan pihaknya menunggu Polri mengungkap konstruksi perkara ini. Dia berharap Polri bisa mengungkap apakah para terduga pelaku bertindak sendiri atau berdasarkan perintah pihak lain, apalagi kedua terduga pelaku adalah anggota Polri.

"Kami menunggu apakah kedua orang tersebut dalam konstruksi kasus yang dibangun merupakan aktor yang berdiri sendiri ataukah hanya bagaian dari kelompok penyerang dengan berbagai statusnya. Karena Novel dengan berbagai kasus yang ditangani memiliki beragam latar belakang motif yang memungkinkan dia dapat serangan. Minimal kasus 2 yang pernah disebut oleh tim teknis yang diketuai Kabareskrim waktu itu," ucapnya.

"Kasus yang telah diungkap oleh tim teknis, minimal dapat menjadi modalitas apakah bertindak sendiri ataukah atas perintah," lanjut Anam.



Dia menyebut Komnas HAM menempatkan Novel sebagai pejuang HAM. Menurut Anam, serangan terhadap Novel tak terlepas dari tugasnya menangani kasus korupsi.

"Bagi Komnas HAM yang menempatkan Novel sebagai human right defender, karena melihat serangan terhadap Novel tidak lepas dari aktivitas pemberantasan korupsi. Pentingnya transparansi juga agar dapat mengungkap hal tersebut," tutur Anam.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3