Mesin Waktu

40 Tahun Lalu, Presiden Komunis Afganistan Mati di Tangan Agen Mata-mata

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 27 Des 2019 11:16 WIB
Foto: (Public Domain/Wikimedia Commons)
Jakarta - Tanggal ini 40 tahun yang lalu, Presiden Kedua Afganistan Hafizullah Amin tewas dibunuh oleh agen mata-mata KGB Osnaz Uni Soviet. Amin dibunuh ketika Uni Soviet sedang melancarkan invasinya di Afganistan.

Dilansir dari Encylopedia Britannica, Hafizullah Amin lahir pada 1 Agustus 1929, di Paghmān, Afghanistan. Amin dilahirkan dalam keluarga Ghilzay Pashtun.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya, Amin lantas berkuliah di Universitas Kabul. Dia kemudian melanjutkan studi pascasarjananya di Universitas Columbia di New York.


Usai kembali dari perantauan, ia bekerja sebagai dosen. Dia kemudian bergabung dengan organisasi Wikh-e Zalmayan (Kebangkitan Pemuda), organisasi persaudaraan Afganistan yang fokus pada reformasi. Lalu, pada tahun 1963 menjadi anggota Partai Demokratik Rakyat Afghanistan (PDPA) yang dipimpin oleh Nur Mohammad Taraki. PDPA merupakan partai politik berhaluan kiri alias komunis.

Pada tanggal 27 April 1978, Amin perlahan menjadi orang kuat di PDPA. Dia sempat dituduh merekayasa kudeta yang menjatuhkan pemerintahan Mohammad Daud Khan. Tuduhan itu pun lalu ditepis oleh Amin. Sebagai anggota Fraksi Rakyat (Khalq) dari PDPA, dia berpartisipasi dengan Taraki dalam mengeluarkan anggota fraksi Banner ("Parcham") dari posisi kekuasaan yang sebenarnya dalam pemerintahan.


Taraki menjadi Presiden dan Perdana menteri, dan Amin diangkat sebagai Wakil Perdana Menteri. Namun kekuatan Amin terus tumbuh, hingga pada 27 Maret 1979, ia mengklaim posisi perdana menteri Taraki, meskipun Taraki tetap menjabat sebagai presiden.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3