Ngabalin Soal Wakil KSP: Yang Penting Kompeten dan Loyal ke Presiden

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 25 Des 2019 17:45 WIB
Ali Mochtar Ngabalin (Noval/detikcom)
Jakarta - Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal adanya penambahan posisi Wakil Kepala Staf Kepresidenan. Dia menyebut adanya jabatan wakil akan meringankan tugas Moeldoko selaku Kepala Kantor Kepresidenan.

"Wah, kalau di KSP itu kan luar biasa. KSP itu kan unit kerja presiden yang dihadirkan untuk melaksanakan seluruh kebijakan presiden di kementerian/lembaga. Jadi memang kalau dilihat lima deputi di sana itu kalau tidak... sementara Bapak Kepala Staf (Moeldoko) kan sering bersama-sama Bapak Presiden sehingga memang kalau ada seperti pernyataan Bapak Moeldoko, ada Wakil Kepala Staf saya sangat berbahagia sekali, karena itu bisa membantu kami-kami yang ada di deputi, kemudian di tenaga ahli utama kantor staf presiden," ujar Ngabalin di rumah dinas Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Jalan Widya Chandra V, Jakarta Selatan, Rabu (25/12/2019).



Meski demikian, Ngabalin mengaku belum tahu siapa saja kandidat Wakil Kepala Staf Kepresidenan itu. Ketika ditanya apakah Andi Widjojanto yang akan menduduki posisi itu, Ngabalin menegaskan dirinya tidak tahu.

"Tidak... Bang Ali belum tahu sama sekali. (Kalangan) parpol oke, profesional oke, yang penting dia settle, bisa merepresentasikan diri setelah kepala staf ke mana-mana. Kemudian dia mampu koordinir kerja-kerja di deputi maupun kami di tenaga ahli," jelasnya.



Terkait penambahan fasilitas setingkat menteri pada Wakil Kepala Staf Kepresidenan, Ngabalin mengaku tidak masalah. Dia menegaskan tidak ada pemborosan terkait penambahan posisi Wakil Kepala Staf Kepresidenan ini.

"No (tidak pemborosan), normal saja, normal, karena saya tahu bahwa wakil kepala staf pasti kerjanya luar biasa, karena beliau akan sehari-hari ada di kantor, kemudian merepresentasikan diri dari seluruh kebijakan-kebijakan KSP atas hasil rapat sidang kabinet, kemudian ratas (rapat terbatas). Jadi normal saja," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2