Round-Up

Cerita Kesetiakawanan Mapala di Balik Penusukan Mahasiswa UMI

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 20 Des 2019 07:35 WIB
Foto: Rekonstruksi kasus penikaman mahasiswa UMI Makassar. (Hermawan-detikcom)
Makassar - Detail peristiwa tewasnya mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI), Andi Fredi terungkap dalam adegan rekonstruksi atau reka ulang. Di balik pembunuhan Andi, ada cerita kesetiakawanan pelaku dengan korban karena sesama anggota Mapala.

Dalam rekonstruksi yang berlangsung di Mapolrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani, Kamis (19/12/2019), dua tersangka, Yusril dan Indra Rospandi melakoni 17 adegan. Dalam keadaan terborgol, dua tersangka menjalani satu per satu adegan yang membuat Andi hilang nyawa.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko menjelaskan, rekonstruksi ini dilakukan untuk menyesuaikan ketarangan saksi dengan fakta di lapangan. Dari belasan adegan itu, terungkap, korban awalnya sedang menikmati kopi di samping Fakultas Hukum, UMI Makassar.



Tapi tiba-tiba, Andi bersama rekan-rekannya diserang oleh kelompok pelaku yang sebagian besar merupakan mahasiswa Mapala UMI. Indratmoko mengatakan, Andi tak bisa berlari kencang menghindari serangan kelompok pelaku.

Polisi menyebut, korban sempat mengalami patah kaki, sehingga tak bisa berlari cepat. Hingga akhirnya Andi jadi korban penikaman sampai tewas.

"Kebetulan korban ini pernah kecelakaan, kakinya pernah patah, jadi larinya mungkin agak lambat dari teman-teman yang lain sehingga dia menjadi korban," kata Indratmoko kepada wartawan pascarekonstruksi.

Sebelum korban ditikam hingga tewas, salah satu tersangka, Indra, sempat berniat menikam Andi. Saat menyerang korban, tersangka Indra yang lebih dulu berhadapan dengan korban.




Tonton juga video Aksi Mappatettong Siri Tuntut Polisi Usut Kematian Mahasiswa UMI:


selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2