Selfie Bareng, Deng Ical Direstui JK Maju Pilwalkot Makassar?

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Selasa, 17 Des 2019 12:14 WIB
Foto: DOK. Pribadi/Syamsu Rizal (Deng Ical) dengan Jusuf Kalla (JK)
Makassar - Bakal calon wali kota Makassar Syamsu Rizal (Deng Ical) kembali menunjukkan kedekatannya dengan mantan Wapres Jusuf Kalla (JK). Deng Ical juga sempat meminta nasihat JK untuk maju ke Pilwalkot Makassar.

Momen selfie terbaru Deng Ical bersama JK diambil usai JK dikukuhkan sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) di Jakarta, Senin (16/12/2019) lalu.

"Pas beliau dikukuhkan (Jadi Ketua Umum PMI), jadi saya temani beliau keluar, beliau lihat saya terus saya dipanggil. Terus beliau tanya ke saya; 'jadi semua lancar?', saya bilang iye lancar," ujar Deng Ical kepada detikcom, Selasa (17/12/2019).




Sebelum Munas PMI berlangsung, Deng Ical juga sempat menemui langsung JK untuk melaporkan persiapan dirinya maju ke Pilwalkot Makassar. JK meminta Deng Ical untuk bekerja maksimal.

"Sebelum Munas (PMI) saya menghadap beliau minta izin, melapor begini mi kemajuanku. Dan beliau bilang 'kerja maksimal kau, jangan bikin malu-malu. Pokoknya kerja keras, jangan bikin malu-malu'," katanya.

Terkait restu JK kepadanya untuk maju ke Pilwalkot Makassar, Deng Ical menyebut restu JK sudah didapatkannya telah lama.

"Restu itu lama mi, maksudnya sudah sebelum jalan," paparnya.

Terlebih, nasihat yang diterimanya dari JK dalam beberapa kesempatan menjadi motivasi dirinya bersama tim pemenangan untuk terus bekerja keras memenangkan Pilwalkot Makassar.




"Memotivasi semangat, semakin berlipat-lipat dan juga ini memotivasi teman-teman untuk bekerja maksimal," paparnya.

Pengamat Politik dari Universitas Hasanuddin, Andi Ali Armunanto menyebut peta politik di Pilwalkot Makassar akan ditentukan partai politik dan para tokoh Sulsel di nasional dan elite lokal seperti JK. Andi menilai JK dan kerabatnya seperti Aksa Mahmud bisa saja melahirkan satu calon di Pilwalkot Makassar. Keduanya juga bisa saja mengusung calon yang berbeda.

"Pak JK dan termasuk kelompoknya, seperti Aksa Mahmud dan kawan-kawan itu bisa melahirkan satu calon," kata Andi kepada detikcom, Senin (16/12). (nvl/fdn)