Round-Up

Yusuf-Randi Gugur di Kendari, Abadi di Gedung KPK

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 12 Des 2019 22:32 WIB
Foto: KPK terima keluarga Randi-Yusuf (Ibnu Hariyanto-detikcom)
Foto: KPK terima keluarga Randi-Yusuf (Ibnu Hariyanto-detikcom)
Jakarta - Di penghujung September lalu, demo di gedung DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) berujung ricuh. Peristiwa ini menewaskan dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari bernama Randi (21) dan M Yusuf Kardawi (19).

Hari ini, nama Yusuf dan Randi diabadikan di gedung KPK. Yusuf-Randi akan jadi nama salah satu ruangan di gedung Anti-Corruption Learning Center (ACLC) KPK.

"Kami akan membawa dua nama (Yusuf dan Randi) ini menjadi sebuah nama di ACLC. Di ACLC masih ada dua nama ada 4 nama sebenarnya yang sudah kita sampaikan kemarin di antaranya dua namanya akan kita abadikan," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang usai menerima audiensi keluarga Yusuf dan Randi di KPK Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2019).


Saut mengatakan dipilihnya nama Yusuf dan Randi sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan keduanya. Diketahui, demo di gedung DPRD Sultra pada Kamis (26/9) lalu itu sebagai bentuk penolakan mahasiswa terhadap sejumlah rancangan undang-undang yang saat itu hendak disahkan DPR. Salah satunya, mahasiswa menolak revisi UU KPK disahkan DPR RI.

Saut menilai Yusuf, Randi serta para mahasiswa telah berjuang agar pemberantasan korupsi di Indonesia semakin baik sehingga terhindar dari orang-orang yang jahat. Saut berharap Yusuf-Randi jadi sumber inspirasi anak muda untuk memperjuangkan pemberantasan korupsi.

"Itu agar menginspirasi anak-anak muda bahwa perjuangan mereka tidak sia-sia dan yang mereka perjuangkan adalah pemberantasan korupsi yang lebih efisien efektif dan seterusnya," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3