Ujian Nasional Dihapus, Begini Sejarahnya 6 Kali Ganti Nama Sejak 1950

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 12 Des 2019 10:28 WIB
Foto: Para siswa ketika hendak melaksanakan Ujian Nasional (Antara Foto)
Jakarta - Ujian Nasional (UN) akhirnya akan tinggal kenangan. Mendikbud Nadiem Makarim mengumumkan menghapus UN mulai tahun 2021. Sebelum UN dihapuskan, dalam perjalanan sejarahnya UN telah mengalami beberapa perubahan istilah.

Mulanya UN digelar pemerintah untuk bisa mengukur kualitas pendidikan di suatu daerah. Nantinya, nilai UN inilah yang akan dijadikan gambaran untuk memetakan kebijakan pendidikan di daerah.


Sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemendikbud, UN punya sejarah panjang sejak masa pemerintahan Sukarno. Istilah UN sudah mengalami enam kali perubahan nama.

Periode 1950 sd 1964: Ujian Penghabisan

Awalnya, ujian akhir yang bersifat nasional pertama kali diselenggarakan pada tahun 1950. Ujian ini terus dilaksanakan hingga tahun 1964. Ujian di akhir jenjang sekolah ini kemudian disebut sebagai Ujian Penghabisan.


Soal-soal Ujian Penghabisan dibuat oleh Departemen Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan. Soal-soal yang diujikan berbentuk uraian/esai dan hasil ujian diperiksa di pusat rayon.

Periode 1965 sd 1971: Ujian Negara

Kemudian, pada periode tahun 1965 hingga 1971, ujian ini diubah lagi namanya menjadi Ujian Negara. Tujuan ujian ini adalah untuk menentukan kelulusan, sehingga siswa dapat melanjutkan ke sekolah negeri atau perguruan tinggi negeri apabila telah lulus Ujian Negara. Sedangkan bagi yang tidak lulus Ujian Negara tetap memperoleh ijazah dan dapat melanjutkan ke sekolah atau perguruan tinggi swasta.

Bahan Ujian Negara disiapkan seluruhnya oleh pusat dan hanya ada satu perangkat naskah ujian untuk seluruh wilayah Indonesia. Naskah ujian menggunakan soal bentuk uraian dan jawaban singkat dengan tingkat kesulitan soal relatif tinggi, serta memiliki kompleksitas jawaban yang memerlukan kemampuan berpikir tinggi. Yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan ujian adalah pemerintah pusat, yang dibantu oleh panitia ujian dari masing-masing wilayah (provinsi).


Pelaksanaan ujian dilakukan hanya satu kali dalam satu tahun pelajaran yaitu pada akhir tahun pelajaran pada kelas terakhir. Prosedur pelaksanaan ujian, pengawasan, dan pengolahan hasil ujian ditetapkan oleh Pusat.
selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4