Laporan dari Madrid

Indonesia Tagih Dana Percepatan Pemanfaatan REDD+ ke Norwegia

Mei Amelia Rahmat - detikNews
Senin, 09 Des 2019 23:51 WIB
Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong (Dok. Sekretariat Delegasi RI)
Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong (Dok. Sekretariat Delegasi RI)
Madrid - Delegasi Republik Indonesia melakukan pertemuan bilateral dengan Norwegia di sela Konferensi Perubahan Iklim (UNFCCC-COP25). Dalam kesempatan itu, Indonesia meminta agar dana percepatan pemanfaatan REDD+ segera dimanfaatkan.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang juga Ketua Tim Delegasi RI Alue Dohong kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Iklim Norwegia Ola Elvestuen dalam pertemuan bilateral kedua negara pada pergelaran COP25 di Feria de Madrid, Madrid, Spanyol pada Senin, 9 Desember 2019, pagi waktu setempat.


"Indonesia mengapresiasi kerja sama yang telah lama dilaksanakan oleh Indonesia dan Norwegia yang telah dilaksanakan dengan prinsip mutual trust dan mutual respect, dan Indonesia meminta bagaimana dana yang masih tersedia dari Letter of Intent (LoI) dapat segera dimanfaatkan," ujar Alue Dohong.

Indonesia sendiri telah memfasilitasi penggunaan dana LoI dengan membentuk Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) yang akan mengelola dana-dana lingkungan (environmental funds), termasuk dana Result-Based Payments (RBP) yang telah disepakati dalam LoI. Namun Indonesia merasa proses verifikasi oleh verifikator independen dari Norwegia berlangsung cukup lama terhadap capaian Indonesia menurunkan emisi.

"Khususnya yang telah dilaporkan sebesar 4,8 juta ton CO2e pada periode 2106-2017," kata Alue.


Sementara Menteri Ola tidak merespons secara spesifik permintaan Indonesia. Alue menuturkan kembali alasan Menteri Ola terkait mengapa dana tersebut cair.

"Bahwa Norwegia masih melakukan finalisasi atas mekanisme verifikasi yang akan dilakukan dan segera akan membahas dengan Indonesia," kata Alue.

Selanjutnya
Halaman
1 2