Waketum PAN soal Adu Dukungan Caketum: Itu Ekspresi Demokrasi

Mochamad Zhacky - detikNews
Senin, 09 Des 2019 13:29 WIB
Waketum PAN Viva Yoga Mauladi. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Dua kubu kandidat calon ketua umum (caketum) PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas) dan Mulfachri Harahap, beradu dukungan DPW. Waketum PAN Viva Yoga Mauladi menilai saling beradu dukungan itu merupakan bentuk ekspresi berdemokrasi.

"Soal ekspresi dukungan itu adalah bagian dari ekspresi demokrasi. Tidak ada seorang pun di PAN yang bisa menghambat, menekan, mengintervensi kebebasan berekspresi kader," kata Viva Yoga kepada wartawan, Senin (9/12/2019).


Viva Yoga menilai situasi yang kini terjadi di internal PAN itu sebagai hal wajar. Meski demikian, Viva Yoga mengimbau agar penyampaian dukungan itu dilakukan dengan mengedepankan etika berpolitik.

"Tentunya ekspresi itu harus sesuai dengan kesantunan atau etika politik. Menjaga kesantunan dan etika politik, itu pertama," jelasnya.

"Kedua, karena ini menjelang kongres pasti ada peningkatan dinamika politik. Jadi yang namanya dukungan adalah merupakan ekspresi dari dinamika politik," imbuh dia.


Sejauh ini, diketahui ada enam kader PAN yang disebut bakal maju dalam pemilihan ketum. Mereka adalah Zulhas, Mulfachri, Bima Arya, Asman Abnur, Hanafi Rais, dan Dradjad Wibowo.

Viva Yoga menilai keenamnya merupakan kader terbaik PAN. Dia mengimbau agar semua kandidat bersaing secara sehat.

"Prinsipnya bahwa PAN harus kompak di dalam proses kompetisi, menjalankan kontestasi dalam kongres ini. Saya rasa kader-kader atau kandidat yang menjadi caketum adalah semuanya merupakan kader terbaik PAN," sebutnya.


Tonton juga Ada Zulhas Hingga Asman Abnur, Ini 4 Kandidat Caketum PAN :

[Gambas:Video 20detik]

(zak/idh)