Laporan dari Madrid

Kesepakatan Artikel 6 Paris Agreement Diharapkan Tuntas di COP25

Mei Amelia Rahmat - detikNews
Selasa, 03 Des 2019 16:37 WIB
Foto: Ketua Tim Delegasi RI sekaligus National Vocal Point Indonesia, Ruandha Agung Sugardima (kiri) (Mei Amelia-detikcom)
Madrid - Pembahasan mengenai implementasi artikel 6 Paris Agreement sudah 3 tahun molor. Pelaksanaan konvensi perubahan iklim ke-25 (UNFCCC-COP25) tahun 2019 ini diharapkan dapat menuntaskan kesepakatan pada artikel 6 Paris Agreement tersebut.

Ketua Tim Delegasi RI sekaligus National Vocal Point Indonesia, Ruandha Agung Sugardiman, mengatakan pembahasan soal artikel 6 Paris Agreement diprediksi akan berlangsung alot.

Artikel 6 Paris Agreement itu menyangkut implementasi nationally determined contribution (NDC) pengurangan emisi. Artikel 6 ini sangat menentukan kebijakan salah satunya mekanisme perdagangan karbon.



"Indonesia sendiri mendorong mekanisme nonmarket," ujar Rhuanda di Paviliun Indonesia UNFCCC-COP25, IFEMA de Madrid, Selasa (3/12/2019).

"Karena kalau market nanti karbon kita semuanya terjual ke luar negeri. Jadi kita NDC-nya susah, sehingga kita dorong yang nonmarket juga tumbuh, sementara kita juga bisa sedikit sebagian dari stok karbon kita bisa kita perdagangkan," sambungnya.

Sementara mekanisme pasar yakni memperdagangkan karbon, (sementara) nonmarket supporting dari satu negara ke negara lain yang punya hutang dan negara-negara yang terkena dampak. Dengan mekanisme nonmarket tersebut, diharapkan ambisi NDC Indonesia dalam mengurangi emisi sebesar 29 persen tercapai.

"Kita 29% itu yang upaya sendiri, 41% itu artinya ada tambahan dana 12% dari dukungan negara. Kalau semua masuk ke market, tidak ada nonmarketnya nanti kurang yang 12% itu," tuturnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2