Soal Pengusul Presiden 3 Periode, PPP Hubungkan dengan Pilpres 2024

Mochamad Zhacky - detikNews
Selasa, 03 Des 2019 07:50 WIB
Syaifullah Tamliha (Foto: Gibran Maulana Ibrahim/detikcom)
Syaifullah Tamliha (Foto: Gibran Maulana Ibrahim/detikcom)
Jakarta - Pihak yang melontarkan isu jabatan presiden menjadi tiga periode masih menjadi misteri. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai pihak yang melontarkan isu tersebut memiliki kepentingan politik dalam Pilpres 2024 mendatang.

"Ya (yang melontarkan isu jabatan presiden menjadi tiga periode) yang punya kepentingan politik (Pilpres) 2024 yang akan datanglah," kata Wakil Ketua Fraksi PPP MPR RI Syaifullah Tamliha kepada wartawan, Senin (2/12/2019).



Namun, Syaifullah enggan mengungkapkan pihak yang menurutnya sebagai pencetus pertama wacana jabatan presiden tiga periode itu. Dia hanya menyinggung mengenai musyawarah nasional (munas) partai yang akan digelar dalam waktu dekat.

"Saya nggak enaklah menyebutnya. Tapi ini kan sudah menjelang munas-munas segala macam kan," ucap Tamliha.



Sementara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meyakini bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengetahui pihak yang melontarkan isu jabatan presiden menjadi tiga periode. Menurut Waketum PKB Jazilul Fawaid, Jokowi sudah mengetahui bahwa pihak yang menyebarkan isu tersebut sedang mencari muka ke dirinya.

"Ya artinya Pak Presiden tahu siapa yang usul dong. Nggak mungkin dong kalau Pak Presiden tidak tahu bicara begitu. Jadi Pak Presiden tahu bahwa yang mengusul itu sedang cari muka," sebut Jazilul.

Simak Video "Surya Paloh Bicara Spekulasi di Pilpres 2024 di Kongres NasDem"




Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua MPR dari Fraksi PPP Arsul Sani mengungkapkan ada usulan perubahan terkait masa jabatan presiden. Masa jabatan presiden diusulkan berubah menjadi satu kali saja atau bahkan tiga kali masa jabatan. Belakangan, dia menyebut usulan itu dari anggota Fraksi NasDem.

"Ini kan bukan saya yang melayangkan. Ini ada yang menyampaikan seperti ini, kalau tak salah mulai dari anggota DPR dari Fraksi NasDem," kata Arsul.

Hal yang sama diungkapkan oleh pimpinan MPR lainnya, Hidayat Nur Wahid. Hidayat menyebut Fraksi NasDem mendorong agar amandemen UUD juga membahas masa jabatan presiden tiga periode.



"Untuk masa jabatan 3 periode itu yang paling mendorong Nasdem. Untuk pemilihan melalui MPR itu PKB. Tapi, selain itu, kan kita tidak dengar. Untuk Golkar, pernyataannya masih beragam kita lihat. Tapi yang jelas secara formal belum ada satupun partai yang usulkan sekarang," terang Hidayat.

Namun, Sekretaris F-NasDem DPR Saan Mustopa mengatakan gagasan soal amandemen menyeluruh mungkin saja terkait dengan masa jabatan presiden. Namun Wakil Ketua Komisi II itu menyebut gagasan soal masa jabatan presiden itu tidak spesifik.

"Jadi nggak ada secara spesifik kita bicara soal-soal yang lain, misalnya (jabatan presiden) tiga periode, belum. Tapi kita akan melihat soal gagasan amandemen konstitusi itu kita lemparkan dulu ke publik. Abis diinikan (dilempar ke publik), baru kita nanti simpulkan," kata Saan saat dimintai konfirmasi. (zak/abw)