detikNews
Senin 02 Desember 2019, 15:22 WIB

Sidang Suap Impor Bawang

CCTV Pertemuan Nyoman Bahas Commitment Fee Dibongkar Jaksa KPK

Faiq Hidayat - detikNews
CCTV Pertemuan Nyoman Bahas Commitment Fee Dibongkar Jaksa KPK Suasana persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta (Foto: Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Jaksa KPK mengungkap kamera CCTV mengenai pertemuan mantan anggota DPR I Nyoman Dhamantra dengan Mirawati Basri di Senayan City, Jakarta. Kamera CCTV disita penyidik KPK sebagai barang bukti kasus suap impor bawang putih.

Hal itu dikonfirmasi Supervisor Restoran Imperial Steam Pot Senayan City, Nur Fitria Farhanah saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Raya, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019).




"Apakah saudara ingat penyidik KPK menyita mengambil sesuatu dari imperial?" tanya jaksa kepada Nur Fitria.

"Ada, bukti dari CCTV kami. Awalnya, kan saya dalam posisi istirahat waktu itu terus dapet telepon dibilang ada orang KPK," kata Nur Fitria.

Fitria mengatakan saat itu sempat bertanya mengenai tamu bernama Nyoman dan Mirawati oleh petugas KPK. Nyoman dan Mirawati disebutnya customer yang biasa berkunjung ke Restoran Imperial Steam Pot Senayan City.

"Ibu Mirawati dan Pak Nyoman itu memang tamu reguler kami. Dibilang (petugas KPK) ada kasus, terjadi transaksi, tapi saya tidak tahu karena saya hanya sebagai pelayan, hanya memberi makanan, enggak ngerti masalah yang terjadi di ruangan VIP. Habis itu mereka minta bukti CCTV pada saat kejadian itu berlangsung, saya izin dulu sama atasan saya, mereka mengizinkan, baru kami buka CCTV dan memperlihatkan kepada ibu dan bapak KPK," jelas Fitria.

Selanjutnya, jaksa memperlihatkan rekaman kamera CCTV tersebut kepada Fitria. Dalam kamera CCTV itu, Fitria menyebut Mirawati memakai pakaian hitam.

"Ini CCTV tertanggal 1 Agustus 2019 pukul 18.20 WIB?" tanya jaksa.

"Iya, itu yang dateng pakai baju hitam itu ibu Mirawati," ujar Fitria.

Dari rekaman kamera CCTV itu, jaksa bertanya kenal tidaknya seorang pria berpakai hitam dan batik yang masuk ke restoran tersebut. Pria tersebut masuk ke restoran setelah Mirawati.

"Kemudian ada tamu lagi bapak-bapak, tahu?" tanya jaksa.

"Tidak kenal," jelas Fitria.

Meski begitu, Fitria mengaku kenal pria yang masuk ke restoran itu pada pukul 19.50 WIB. Pria tersebut dikenal Fitria adalan Nyoman Dhamantra.

"Itu Pak Nyoman," tutur dia.




Dalam perkara ini, Direktur PT Cahaya Sakti Agro (CSA) Chandry Suanda alias Afung didakwa memberikan uang Rp 3,5 miliar kepada I Nyoman Dhamantra saat menjabat anggota DPR. Uang tersebut diduga agar Dhamantra membantu pihaknya mengurus kuota impor bawang putih di Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Afung didakwa melakukan hal itu bersama-sama Direktur PT Sampico Adhi Abattoir Doddy Wahyudi dan Zulfikar selaku wiraswasta. Dhamantra diduga menerima uang tersebut secara bertahap dari para terdakwa.

Dalam surat dakwaan KPK menyebut pertemuan di restoran tersebut dihadiri Mirawati dan Nyoman bersama Dody dan Zulfikar serta sejumlah orang lainnya. "Dalam pertemuan tersebut disepakati commitment fee terkait pengurusan kuota impor bawang putih sebesar Rp 3,5 miliar. Dan Elviyanto meminta agar Dody Wahyudi menyerahkan uang muka sebesar Rp 2 miliar untuk memastikan kuota impor bawang putih tersebut," demikian tertulis dalam surat dakwaan itu.

Simak Video "Jaksa KPK Minta Hakim Tolak Eksepsi Wawan"

[Gambas:Video 20detik]


(fai/dhn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com