Round-Up

Driver Ojol Bersuara 'Say No to Prank'

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 29 Nov 2019 21:00 WIB
Foto: ilustrasi ojol (Grandyos Zafna/detikcom)


Ada juga Ajat Sudrajat (42) meminta agar semua Youtuber berhenti membuat konten prank lagi. Sebab, menurutnya konten prank itu berdampak negatif bagi masyarakat.

"Janganlah dikerjain, kalau mau ngasih sesuatu jangan ngeprank-prank ya kan, lebih baik kan kasih apa gitu. Kita kan kadang nggak tahu kan, namanya kita kan takutnya kan ojolnya posisinya sakit jantung kan, kalau tiba-tiba prank kaya gitu kan dia ngedrop kaya gitu dong jadinya," ucap Ajat.

Lalu, ada pula Imam Subekti yang berpesan agar Youtuber membuat konten yang mengedukasi masyarakat. Imam juga meminta agar Youtuber tidak menjadikan ojol sebagai bahan prank-nya.

"Untuk Youtuber saya harap sih ke depannya bikin konten yang lebih bisa memberikan motivasi ya, karena kan Youtube itu awalnya sebagai tontonan, lama kelamaan jadi tiruan gitu. Misal bikin konten dengan ojol yang bermanfaat berbagi atau apapun gitu, kita pun sebagai ojol nggak pernah tuh yang namanya merugikan Youtuber," tutur Imam.

"Jangan ojol yang dijadikan bahan prank, jangan lah ngeprank-prank kaya gitu, buat konten tuh yang bermutu yang bisa memebrikan dampak ke dunia nyata yang benar gitu," imbuh Imam.


Bagaimana Tanggapan Perusahaan Penyedia Layanan Ojol?

Setelah maraknya prank atau keisengan orderan fiktif yang dilakukan Youtuber, pihak Grab membuka jalur komunikasi khusus di mana driver ojol bisa langsung menyampaikan keluhan prihal orderan fiktif. Nantinya laporan yang dibuat driver akan langsung ditindaklanjuti.

"Grab menyediakan jalur khusus komunikasi untuk mitra pengemudi GrabFood, jika mereka menerima order fiktif untuk dapat diinvestigasi lebih lanjut oleh Grab. Jika hasil penelusuran menunjukkan bukti-bukti yang akurat, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Grab akan menghubungi mitra yang bersangkutan dan segera menetapkan proses ganti rugi secara penuh untuk mitra," ujar Head of Marketing GrabFood & New Business, Grab Indonesia, Ichmeralda Rachman melalui keterangan tertulisnya yang diterima.



Tak hanya itu, Grab juga akan memberikan sanksi kepada pengguna Grab jika terbukti melakukan orderan fiktif. Sanksi itu berupa menonaktifkan akun Grab pelaku order fiktif.

"Kami juga akan melakukan peninjauan aktivitas pelanggan, dan mengambil langkah tegas berupa penangguhan hingga penonaktifan akun pengguna Grab yang terbukti melakukan order fiktif," tegasnya.

Hal sama juga dilakukan oleh perusahaan Gojek, Gojek meminta agar Youtuber tidak membuat konten yang merugikan para ojol. Sebab, Gojek menilai konten tersebut tidak pantas.

"Gojek mengimbau masyarakat agar tidak melakukan hal-hal yang dapat menganggu aktivitas mitra Gojek, apalagi yang bersifat tidak pantas," kata Senior Manager Corporate Affairs, Alvita Chen melalui keterangan tertulisnya yang diterima.

"Mitra pengemudi adalah bagian dari keluarga besar Gojek yang selama ini telah turut berkontribusi bagi masyarakat dalam menghadirkan kemudahan melalui pemanfaatan teknologi, sehingga patut kita hargai bersama." tambah Alvita.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3