Kasus Pengaturan Skor Persikasi Vs Perses, Exco PSSI Jabar Jadi DPO

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 28 Nov 2019 15:51 WIB
Foto: Press rilis satgas terkait penangkapan manajemen Persikasi Bekasi (Alfons/detikcom)
Jakarta - Satgas Antimafia Bola membongkar kasus pengaturan skor pada pertandingan Persikasi Bekasi vs Perses Sumedang. Selain menangkap tiga tersangka, polisi juga menetapkan 2 DPO, salah satunya Excecutive Comitee (Exco) PSSI Jawa Barat Hikmat Nuristawan terkait kasus tersebut.

"Masih ada dua 2 DPO dari PSSI adalah saudara Taha (sebagai) perantara dan saudara HN Exsco PSSI Jabar," kata Kepala Satgas Anti Mafia Bola Brigjen Hendro Pandowo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

2 orang tersangka tersebut diduga terlibat kasus pengaturan skor pertandingan antara Persikasi melawan Perses Sumedang yang berakhir dengan skor 3:2 untuk kemenangan Persikasi. Hendro mengungkap hingga kini masih melakukan pengejaran.

"Saat ini, proses segera kita percepat untuk pemberkasan, terhadap DPO kita lakukan pengejaran dan harapan kita tidak terjadi match fixing, untuk mewujudkan sepak bola Indonesia yang bersih, bermartabat, dan berprestasi," ucapnya.




Sebelumnya Satgas Mafia Bola kembali membongkar kasus match fixing. Kali ini, Satgas menangkap wasit hingga manajemen klub yang terlibat dalam pengaturan pertandingan laga Persikasi Bekasi Vs Perses Sumedang di Liga 3.

"Dari hasil penyelidikan kita baik dari info masyarakat maupun tim lapangan yang turun ke TKP, telah diperoleh kesimpulan bahwa telah terjadi pengaturan skor, terjadi match fixing yang melibatkan dari klub, wasit, dan PSSI," jelas Hendro.

Pertandingan tersebut berlangsung tanggal 6 November 2019 di Stadion Ahmad Yani, Kabupaten Sumedang. Pertandingan berakhir dengan skor 3:2 untuk Persikasi Bekasi.

Tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka berinisial BP, HR, dan SH. Ketiganya adalah manajemen Persikasi Bekasi. Hendro mengatakan, manajemen Persikasi Bekasi menyuap wasit agar memenangkan pertandingan tersebut.

Halaman

(maa/mea)