detikNews
2019/11/27 21:31:11 WIB

Round-Up

Tangkis Kritik 'Grasi Tak Tiap Hari' ala Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Tangkis Kritik Grasi Tak Tiap Hari ala Jokowi Jokowi memimpin rapat terbatas. (Dika/detikcom)
Jakarta - Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan grasi ke koruptor Annas Maamun menuai kritik tajam berbagai pihak. Jokowi menangkis kritik itu dengan pembelaan bahwa dia tak tiap hari memberikan grasi.

Keputusan Jokowi memberikan Annas grasi tertuang pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 23/G Tahun 2019. Keppres itu diteken Jokowi pada 25 Oktober 2019. Lewat grasi, Jokowi meringankan hukuman Annas menjadi 6 tahun atau dikorting 1 tahun. Dengan demikian, Annas diperkirakan bebas tahun depan.


Terbitnya grasi itu membuat KPK terkejut karena kasus yang membelit Annas dinilai KPK sangat merugikan negara. Kritik keras juga datang dari Indonesia Corruption Watch (ICW) yang mengaku kecewa atas keputusan tersebut.

Akhirnya, Jokowi buka suara soal alasan pemberian grasi ke mantan Gubernur Riau tersebut. Setidaknya ada 3 alasan yang diungkapkan Jokowi.

"Kenapa itu diberikan? Karena memang dari pertimbangan MA seperti itu. Pertimbangan yang kedua dari Menko Polhukam juga seperti itu. Yang ketiga, memang dari sisi kemanusiaan memang umurnya juga sudah uzur dan sakit-sakitan terus sehingga dari kacamata kemanusiaan itu diberikan," kata Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/11/2019).

"Tapi sekali lagi, atas pertimbangan MA, dan itu adalah hak yang diberikan kepada Presiden dan UUD," imbuhnya.


Tak hanya itu, Jokowi pun mengemukakan pembelaan lain untuk menangkis kritik soal grasi tersebut. Apa katanya?


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com