Pemprov Sulsel Diberi Gambaran Rp 900 M untuk Renovasi Mattoanging

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Senin, 25 Nov 2019 18:32 WIB
ILUSTRASI/Foto: Noval Dhwinuari Antony-detikcom
Makassar - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus melanjutkan rencana renovasi Stadion Andi Mattalatta, Mattoanging.

Setelah melakukan studi banding ke Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Pemprov Sulsel mendapat gambaran anggaran Rp 900 miliar untuk renovasi Mattoanging.

"Setelah kita membentuk Tim Koordinasi Perencana Rehab Stadion Mattoanging, langkah-langkah yang kita lakukan adalah pertama, konsultasi dengan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) pusat, untuk mendapat gambaran seperti apa kalau rehab (Mattoanging) ini," ujar Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Sulsel, Muhlis Mallajareng di kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (25/11/2019).




Setelah berkonsultasi dengan LKPP, tim perencana rehab Stadion Mattoanging diberi gambaran renovasi Stadion GBK untuk perhelatan Asian Games 2018. Metode yang cocok untuk renovasi Mattoanging ialah metode rancang bangun, seperti yang dilakukan GBK untuk Asian Games.

"Alhamdulillah tadi sudah mengerucut tadi, kita sudah mulai dapat titik temu bahwa ternyata yang tepat adalah rancang bangun. Cuma perlu di kembangkan lagi," katanya.

Meski mendapat gambaran Rp 900 miliar untuk renovasi Mattoanging, namun Pemprov Sulsel sebelumnya merencanakan anggaran untuk renovasi Mattoanging sebesar Rp 200 miliar. Untuk itu, tim perencana hendak mempelajari terlebih dahulu, dengan dana Rp 200 miliar apa yang bisa dihasilkan dari renovasi Mattoanging.

"Insyaallah Rabu (27/11) kita rapat lagi, menentukan apa yang dihasilkan, apa outputnya pada saat Rp 200 miliar di kucurkan," tuturnya.

Muhlis menjelaskan, dana Rp 900 miliar dari gambaran tersebut merupakan renovasi stadion untuk standar AFC maupun Euro.

"Standar AFC dan FIFA. Oleh karena itu kita mau duduk sama-sama. Insyaallah hari Rabu kita undang stakeholder termasuk pemerhati olahraga, tokoh-tokoh, bagaimana melihat gambar seperti ini, apakah sudah sesuai standarnya," ungkapnya.

Untuk melakukan renovasi, salah satu tahap yang harus dilakukan Pemprov Sulsel ialah membentuk manajemen konstruksi (MK). Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR.

"Tidak boleh keluar dari pada itu. Harus ada manajemen konstruksi (MK) bagaimana persentase disiapkan. Ini dilakukan di Manttoangin belum pernah dilakukan di Sulawesi Selatan, belum ada rancang bangun itu," tuturnya.




Untuk itu, Pemprov Sulsel menargetkan agar awal Desember nanti sudah dapat dilakukan lelang untuk membentuk manajemen konstruksi.

"Kita berharap minggu pertama Desember sudah bisa kita lelang MK-nya. Apa yang diputuskan tadi (saat rapat renovasi Mattoanging), rencana anggarannya itu besok kita paparkan ke DPRD, bahwa seperti ini hasilnya," paparnya.

Sementara itu, terkait gugatan Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS), Muhlis menyebut gugatan YOSS ke pengadilan tidak akan mengganggu rencana renovasi Mattoanging. Hal ini karena gugatan YOSS terkait pencabutan hak pengelolaan dari KONI.

"Menurut informasi dari Biro Hukum, tuntutan YOSS bukan tuntutan lahan, tuntutan YOSS adalah tuntutan pencabutan pengelola, jadi tidak hubungannya dengan (renovasi Stadion Mattoanging), karena bukan tuntutan lahannya. Yang dia tuntut adalah tuntutan pengelolaannya, karena dicabut sepihak oleh KONI. Tuntutan YOSS bukan lahan tapi hak kelola," jelas Muhlis. (nvl/fdn)