Diduga Dianiaya Kakak-Ibu Tiri, Bocah di Kutai Kertanegara Babak Belur

Suriyatman - detikNews
Jumat, 22 Nov 2019 22:35 WIB
Foto: Ari Saputra
Kutai Kertanegara - Bocah perempuan, Ky (8) mendapat banyak bekas luka di sekujur tubuhnya. Setelah dimintai keterangan oleh warga, Ky diduga dianiaya oleh ibu dan kakak tirinya.

"Saya dilapori ada anak dianiaya yang diduga dilakukan oleh ibu tiri dan kakak tirinya, saya langsung cek dan kemudian saya bawa anak ini ke kantor polisi agar keselamatan anak ini terjaga, dan para pelaku diproses sesuai hukum," kata Sopan Sopian tetangga korban kepada detikcom, Jumat (22/11/2019).


Sopan berharap kasus seperti ini tidak terulang lagi di Kukar, khususnya di Muara Muntai. Sopan meminta polisi segera mengusut tuntas kasus tersebut.

"Setelah saya mendapat informasi anak ini dianiaya, saya sendiri yang melaporkan kejadian ini ke Polsek Muara Muntai dengan harapan jangan ada lagi anak anak di daerah ini mendapatkan kekerasan fisik seperti itu. Saya ingin seluruh masyarakat bisa bersama-sama menjaga dan mengawasi lingkungan sekitar," kata mantan Kepala Desa Muara Muntai Ulu.

Sementara itu, Komisioner KPAI Kaltim, Adji Suwignyo mengaku sudah dilapori kejadian ini oleh masyarakat. Dia berharap pihak kepolisian bisa menuntaskan kasus perlindungan anak ini hingga ke ranah hukum.

"Kami sudah mempelajari kasus ini dan kami akan segera mengamankan korban ke rumah aman, karena korban kekerasan tidak bisa dikembalikan lagi ke rumah pelaku kekerasan. Karena kejadian ini pasti terulang dan dampaknya bisa lebih bahaya bagi korban," kata Aji Suwignyo.



Aji menegaskan meski didamaikan, pelaku tetap harus dibina. Dia meminta harus ada efek jera bagi pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya.

"Apalagi pelaku lebih dari satu orang sehingga sudah selayaknya para pelaku mendapatkan hukuman sesuai dengan apa yang dilakukannya terhadap korban," tegas Aji.


Disinggung langkah yang akan diambil KPAI Kaltim, Aji mengatakan KPAI Kaltim bersama dengan Deputi Pemenuhan Hak Perempuan Kementerian PPA akan terus memantau perkembangan kasus ini.

"Harapan kami agar perkara kasus ini lebih di dalami. Harus diketahui motif penyebabnya, karena menurut kami kasus seperti ini tidak hanya bisa diselesaikan melalui jalan damai. Harus ada pembelajaran yang sesuai dengan perbuatan, apalagi ini murni pidana," kata Adji.

Aji mendapat laporan korban telah mengalami kekerasan fisik maupun psikis. Dari laporan yang diterimanya, korban pernah dikurung tanpa diberi makan, dipukul, hingga ditusuk pemecah es batu.

"Pelapor mengatakan bahwa korban sering dikurung di dalam rumah. Bahkan para pekerja buruh di pasar, sering mendengar suara teriakan Ky di dalam rumah, warga yang kasihan kemudian sering memberi makan korban yang ternyata dikurung oleh ibu dan kakak tirinya di dalam rumah," jelas Aji.



Berdasarkan informasi pelapor, korban tinggal di rumah bersama ibu dan kakak tirinya. Sementara bapaknya bekerja di luar kampung dan jarang pulang.


Sementara itu Kapolsek Muara Muntai Iptu Harun Budiono mengatakan bahwa jajarannya serius menangani kasus ini dan sedang mendalami kasus dugaan penganiayaan yang menimpa Ky. Polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

"Kami masih menyelidiki kasus ini dan meminta keterangan dari sejumlah saksi serta berkoordinasi dengan Unit PPA Polres Kukar," kata Harun.

(fdu/idh)