Aset First Travel Dirampas Negara, Komisi VIII: Zalim, Menambah Beban Jemaah

Aset First Travel Dirampas Negara, Komisi VIII: Zalim, Menambah Beban Jemaah

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Selasa, 19 Nov 2019 16:44 WIB
Foto: Demo korban First Travel di depan gedung MA. (Lamhot Aritonang-detikcom)
Foto: Demo korban First Travel di depan gedung MA. (Lamhot Aritonang-detikcom)
Jakarta - Komisi VIII DPR yang membidangi agama dan sosial bicara soal aset First Travel yang dirampas negara. Perampasan aset oleh negara dan tidak dikembalikan ke jemaah itu dinilai zalim.

"Nah itu nggak boleh, menurut saya itu terlalu zalim. Itu kan bukan uang negara, bukan uang hasil proyek, bukan uang APBN, bukan uang APBD, itu murni uang rakyat. Maka seharusnya negara justru harus memfasilitasi supaya rapi, supaya tidak gaduh," kata Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/11/2019).


Menurut Yandri, uang hasil sitaan aset First Travel itu menjadi hak penuh jemaah yang tertipu biro perjalanan umrah itu. Yandri meminta negara tak menambah beban jemaah dengan perampasan aset tersebut.

"Justru kalau masih kurang, negara harus mencarikan kekurangannya. Toh banyak sumber-sumber pendapatan bukan pajak, atau dari CSR atau dari mana. Tapi kalau negara justru menambah lebih beban jemaah dengan menyita aset negara, itu saya kira terlalu zalim," ujar Yandri.
Selanjutnya
Halaman
1 2