Round-Up

Narasi Provokasi di Riuh Penggusuran Sunter

Tim detikcom - detikNews
Senin, 18 Nov 2019 21:38 WIB
Penggusuran di Sunter (Foto: Pradita Utama)
Penggusuran di Sunter (Foto: Pradita Utama)

Warga Tolak Pindah ke Rusun

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara sebagai lokasi relokasi warga Sunter yang terkena gusur. Namun, belum ada warga yang mendaftar untuk menempati rusun.

"Kita siapkan rusun Marunda. Tapi ternyata mereka tidak ada yang mendaftar. Karena rata-rata hanya sebagai tempat usaha," ucap Wali Kota Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (18/11/2019).



Kenyataannya, warga memang masih bertahan di lokasi penggusuran. Mereka berkumpul dengan mendirikan beberapa gubuk untuk tempat tinggal mereka. Seperti salah satu warga bernama Sulastri (53) memilih mendirikan gubuk menggunakan tripleks seadanya untuk tempat tinggal sementaranya. Setelah tempat tinggal dan warungnya digusur, Sulastri memilih tinggal dalam gubuk bersama 5 anggota keluarganya yang tak jauh dari lokasi.

Selain Sulastri, ada juga warga bernama Ahmad Dahri (60) yang masih bertahan di lokasi. Dia memasang sebuah spanduk. Berikut bunyi spanduk itu:

KAMI JUGA MANUSIA BUTUH AYOMAN PEMERINTAH!
BUKAN UNTUK DISINGKIRKAN DARI TEMPAT TINGGAL KAMI!
FORUM WARGA SUNTER AGUNG PERKASA
"MAJU KOTANYA BAHAGIA WARGANYA???"

Penggusuran di Sunter / Penggusuran di Sunter / Foto: Pradita Utama


Mengapa warga menolak ke rusun? Salah satu alasannya karena tak bisa berdagang di sana. Warga bernama Mila (30) menyebut dirinya sudah tinggal di Sunter sejak 2003 dan bekerja sebagai penjual barang-barang bekas. Oleh karena itu, dirinya akan tetap bertahan dan menolak untuk dipindah ke rusun.

"Cari nafkah susah di sana, mau dagang apa? Jadi tetep bertahan di sini. Mudah-mudahan dikasih jalan keluar sama pemerintah. Kalau dipindah ke rumah susun belum tentu dikasih gratis juga," ujar Mila.
Halaman

(imk/aud)