Cerita Mahasiswa Bandung, Hidup Mandiri dengan Jadi Driver Ojol

Uji Sukma Medianti - detikNews
Senin, 18 Nov 2019 12:32 WIB
Foto: Grab
Foto: Grab
Jakarta - Kuliah sambil bekerja bukanlah perkara mudah. Apalagi jika pekerjaannya membutuhkan kecepatan, mobilitas, serta tenaga ekstra. Namun, Dikki, salah seorang mitra GrabBike di Bandung fokus pada tujuan utamanya. Dikki mengatakan 4 tahun lalu ia berjanji kepada ibunya untuk bisa kuliah dan menanggung seluruh biayanya sendiri. Lantas pada 2018, ia pun menjadi mitra Grab.

Dikki, yang merupakan anak pertama dan menjadi yatim sejak kelas 1 SMP, sadar bahwa dirinya harus menjadi teladan bagi adiknya. Selain itu, dia juga harus menjadi tulang punggung keluarga untuk membantu perekonomian keluarga, ketika ibunya bekerja keras di bidang konveksi.

Setelah menjadi mitra pengemudi GrabBike, Dikki mengaku tidak pernah bolos kuliah. Ia selalu masuk kelas, sedangkan bekerja sebagai mitra pengemudi GrabBike selalu ia lakukan di luar jam kuliah.

"Fokusnya memang terbagi karena ada berbagai aktivitas, tapi saya tetap masuk kuliah, tetap mengerjakan tugas, tetap presentasi juga," ungkap anak pertama dari dua bersaudara itu dikutip dari website resmi Grab, Senin (18/11/2019).

Selain itu, menjadi mitra pengemudi GrabBike membawa Dikki ke berbagai sisi kehidupan dan pengalaman. Berangkat Subuh dan pulang larut malam tak jarang ia lakukan. Meski menguras waktu dan tenaga, ia ikhlas menjalaninya.


"Ketika kita ikhlas menjalaninya, semuanya menjadi menyenangkan, semuanya terasa ringan," ungkapnya.

Tak jarang, sebagai mahasiswa, ia mendapat orderan dari sesama mahasiswa dan dosennya. Namun, Dikki tidak gengsi sama sekali. Dirinya justru melawan stigma.

"Ah, saya nggak gengsi. Dari kecil juga diajari bahwa mun gengsi na gede, rezekina moal gede. (Jika banyak gengsi, rezekinya tak akan banyak)," terangnya.

Ia juga mengaku terinspirasi dari sosok Bon Jovi yang pernah menjadi office boy sebelum menjadi musisi besar. Yang kedua, Freddy Mercury, dia harus jadi tukang angkat koper dulu sebelum jadi vokalis Queen, dan juga banyak contoh-contoh yang lain.

"Jadi, saya nggak malu, apalagi saya tidak melakukan pekerjaan yang salah," ujarnya.


Pengorbanan yang dilakukan Dikki untuk meraih cita ternyata didukung teman-temannya. Tak jarang, teman-teman sesama mahasiswa memuji perjuangan Dikki yang mandiri sebagai mitra pengemudi Grab.

Di sisi lain, dengan menjadi mitra pengemudi GrabBike, Dikki berhasil menuntaskan studinya di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati dengan nilai memuaskan. Dia mengaku, waktu luangnya sebagai mahasiswa lebih berguna dan menghasilkan daripada sebelumnya.

Selain memenuhi biaya kuliah, hasil kerja kerasnya pun bisa ia gunakan untuk banyak hal, terutama untuk meringankan beban orang tua dan menyiapkan masa depannya. Bulan depan, tepatnya Desember 2019 ia pun bisa menepati janji kepada sang ibunda karena Dikki akan diwisuda.

"Hasilnya lumayan. Saya bisa nyicil motor, bisa bayar kuliah sendiri, kemudian sudah bisa beli jajan dan ongkos adik sekolah, buat biaya orang tua juga, udah bisa juga renovasi rumah, terus ditabung buat nikah," pungkas pemuda berusia 22 tahun itu.




Tonton juga video Cerita Leony, Mahasiswi Driver Ojol yang Lulus Cum Laude dari Undip:

[Gambas:Video 20detik]



(ujm/prf)