Wawan Adik Atut Ajukan Eksepsi, Anggap KPK Sewenang-wenang Sita Aset

Faiq Hidayat - detikNews
Kamis, 14 Nov 2019 18:41 WIB
Sidang Wawan (Faiq Hidayat/detikcom)
Sidang Wawan (Faiq Hidayat/detikcom)

KPK juga dianggap menimbulkan kerugian materi dengan menyita polis asuransi jiwa kedua anak Wawan bernama Ratu Ghefira Marhamah Wardana dan Ghifari Al Chusaeri Wardana. KPK disebut tidak bisa membuktikan polis asuransi jiwa berasal dari tindak pidana.

"Tanpa membuktikan bahwa pembayaran kedua asuransi tersebut berasal dari suatu tindak pidana, KPK secara sewenang-wenang meminta agar kedua asuransi tersebut dicairkan agar uangnya dapat disita. Atas pencairan yang dilakukan tidak sesuai jangka waktu yang ditentukan, pihak asuransi memotong nilai asuransi menjadi Rp 8.579.502.567," jelasnya.

"Atas tindakan KPK ini, terdakwa jelas telah mengalami kerugian apalagi pencairan tersebut dilakukan sebelum tindak pidana yang diduga dilakukan oleh terdakwa dibuktikan," sambungnya.


Dalam sidang ini, Wawan hanya duduk mendengarkan pembacaan eksepsi dari tim kuasa hukumnya. Wawan didakwa merugikan negara Rp 94,3 miliar terkait pengadaan alat kesehatan (alkes) Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Perbuatan Wawan disebut memperkaya diri sendiri, orang lain, dan korporasi.

Selain itu, Wawan melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Wawan telah mengalihkan harta ke berbagai perusahaan serta membelanjakannya ke beragam aset, dari mobil hingga rumah, yang tersebar di Indonesia dan Australia.
Halaman

(fai/haf)