Ahli Nilai Penataan Trotoar DKI Semestinya Tak Perlu Menebang Pohon

Ahli Nilai Penataan Trotoar DKI Semestinya Tak Perlu Menebang Pohon

Arief Ikhsanudin - detikNews
Rabu, 13 Nov 2019 07:08 WIB
Foto: Ari Saputra
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Ahli tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, menilai penebangan pohon di Jakarta untuk kepentingan revitalisasi trotoar tidak tepat. Dia mengatakan semestinya pohon-pohon yang sudah ada dipelihara dan didata.

"Gubernur Anies Baswedan harus segera memerintahkan jajarannya untuk menghentikan penebangan pohon. Pemprov DKI Jakarta harus melakukan audit dan registrasi pohon. Pohon layak diperlakukan seperti warga kota yang memiliki kartu identitas dan terdaftar (registrasi dan identitas) sehingga keberadaan dan keadaan pohon dapat mudah dilacak dan segera diketahui statusnya," ucap Nirwono saat dihubungi detikcom, Selasa (12/11/2019).


"Jakarta juga belum memiliki rencana induk pohon dan Perda tentang pohon sebagai acuan perencanaan penataan dan pemeliharaan pohon," ujar Nirwono.

Kebijakan pemotongan pohon di trotoar dinilai tidak tepat. Menurutnya, semestinya ada kajian sebelum pohon tersebut dipotong. Selain itu, konsep penataan trotoar harus mengikuti pohon yang sudah eksis terlebih dahulu.

"Penebangan pohon karena terkena pelebaran trotoar atau terkena saluran air justru tidak tepat karena desain trotoar dan saluran harusnya mengikuti keberadaan pohon yang telah ada lama di situ, bukan malah ditebang. Dinas Pertamanan dan Kehutanan tidak serius merawat pohon. Harusnya pohon masih bisa diselamatkan atau dirawat (kalau sakit, keropos, dll)," Kata Nirwono.



DPRD DKI Pertanyakan Anggaran Trotoar Capai Rp 1,2 Triliun:


Selanjutnya
Halaman
1 2