Sidang Tuntutan Bowo Sidik

Dituntut 7 Tahun Penjara, Ini Rincian Suap-Gratifikasi Diterima Bowo

Faiq Hidayat - detikNews
Rabu, 06 Nov 2019 13:25 WIB
Terdakwa kasus suap-gratifikasi, Bowo Sidik Pangarso. (Ari Saputra/detikcom)
Terdakwa kasus suap-gratifikasi, Bowo Sidik Pangarso. (Ari Saputra/detikcom)


Pada akhirnya, Direktur PT HTK Taufik Agustono dan Direktur Utama PT Pilog Ahmadi Hasan menandatangani MoU kerja sama dalam optimalisasi dan utilisasi asset. Dalam MoU tersebut disepakati PT Pilog akan menyewa Kapal MT Griya Borneo milik PT HTK dan sebaliknya PT HTK akan menyewa Kapal MT Pupuk Indonesia milik PT Pilog.

Bowo kemudian memperkenalkan Asty dengan M Indung Andriani terkait penerimaan uang fee yang dibuat secara formalitas seolah-olah ada kerja sama pekerjaan antara PT HTK dan PT Inersia Ampak Engineer (IAE) milik Bowo Sidik.

Berikut ini uang yang diterima Bowo Sidik:

- Tanggal 8 Mei 2018, sebesar USD 35 ribu diterima langsung terdakwa di Kafe Bleu8 Hotel Mulia Senayan jakarta;
- Tanggal 13 Juli 2018, sebesar USD 20 ribu diterima melalui Indung di Kafe Grand Via Hotel Grand Melia Kuningan Jakarta;
- Tanggal 14 Agustus 2018, sebesar USD 20 ribu diterima melalui Indung bersama Clara Agustine di Kafe Grand Via Hotel Grand Melia Kuningan Jakarta, selanjutnya Indung langsung menyerahkannya kepada Bowo Sidik atau keluarganya.

Jaksa mengatakan, dalam pembukuan PT HTK untuk pembayaran fee kepada Bowo pada pos port charges (biaya pelabuhan) atau miscellaneous (biaya lain). Adapun untuk realisasi fee, Bowo meminta Asty menyerahkannya melalui Indung agar berkoordinasi terkait proses penagihan dan penerimaan commitment fee.Berikut ini uang yang diterima Bowo Sidik melalui Indung yang dicatat buku kas:

1. Tanggal 1 Oktober 2018, uang sebesar Rp 221.523.932,00 uang fee ini terkait sewa kapal MT Pupuk Indonesia pada Juni (18 hari), Juli (31 hari), dan Agustus (31 hari). Terdakwa Bowo menerima uang fee ini dengan cara Asty meminta M Latif untuk menyerahkan uang kepada Indung Andriani di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Jakarta dan setelah uang fee diterimanya, maka M Indung memberi tahu Bowo uangnya sudah diterima.

2. Tanggal 1 November 2018, uang sebesar USD 59.587,00 fee ini terkait pengangkutan Amoniak oleh Kapal MT Griya Borneo pada Juli, Agustus, dan September 2018 sebanyak 6 (enam) voyage/trip. Terdakwa Bowo menerima uang fee dengan cara diserahkan oleh Asty kepada Indung yang saat itu ditemani Sudiarmanto di Coffee Lounge Hotel Grand Melia, selanjutnya Indung datang ke rumah Bowo di Jalan Bakti Kav 2 Cilandak, Jakarta Selatan, dan menyerahkannya kepada istri Bowo, Budi Waluyanti.

3. Tanggal 20 Desember 2018, uang sebesar USD 21.327,00, dengan rincian fee terkait sewa kapal MT Pupuk Indonesia pada September 2018 (30 hari) dan Oktober 2018 (31 hari), digabung dengan fee untuk pengangkutan Amoniak oleh Kapal MT Griya Borneo bulan Oktober 2018 sebanyak 1 (satu) voyage/trip. Terdakwa Bowo menerima uang fee ini dengan cara Asty menyerahkan uang tersebut kepada Indung di Coffee Lounge Hotel Grand Melia, Jakarta, selanjutnya Indung membawa uang tersebut ke kantor PT IAE dan diserahkan kepada Bowo.

4. Tanggal 26 Februari 2019, uang sebesar USD 7.819,00, fee ini terkait pengangkutan amoniak oleh Kapal MT Griya Borneo pada November dan Desember 2018 sebanyak 2 (dua) voyage/trip. Terdakwa Bowo menerima uang fee ini dengan cara Asty memerintahkan Benny untuk menyerahkan uang tersebut kepada Indung di kantor PT HTK di Gedung Granadi Jl HR Rasuna Said Jakarta Selatan, selanjutnya uang fee dibawa Indung ke kantor PT IAE.

5. Tanggal 27 Maret 2019, uang sebesar Rp 89.449.000,00, fee ini terkait sewa kapal MT Pupuk Indonesia pada Desember 2018 (31 hari). Terdakwa menerima uang fee ini dengan cara Asty menyerahkan uang tersebut kepada Indung di kantor PT HTK di Gedung Granadi Jalan HR. Rasuna Said Jakarta Selatan.

"Uang fee yang telah diterima terdakwa Bowo seluruhnya sebesar USD 163,733 dan Rp 311.022.932," kata jaksa.