"Terus terang aja kalau curanmor itu hampir semua orang bisa, maksudnya orang masuk penjara, keluar, itu bisa langsung curanmor. Terus terang jaringannya curanmor ini agak susah sekarang, untuk ungkap jaringannya lohya," kata Deddy kepada wartawan di Polresta Depok, Jalan Margonda Raya, Pancoran Mas, Depok, Kamis (31/10/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bilang tadi semua orang bisa ambil sendiri jual sendiri lewat COD-an, sekarang modelnya begitu. Kalau dulu kan masih jaringan ada yang ambil, ada yang joki bawa ke Sukabumi, nanti ada bagian penadah, kan gitu. Sekarang orang bisa lewat COD-an aja mereka main sendiri gitu," ungkap Deddy.
Lebih jauh, Deddy mengungkap saat ini kasus curanmor juga marak terjadi di siang hari. Dia mengamati kalau siang hari pelaku curanmor merasa lebih aman.
"Kalau kenapa terus terang saya ga bisa analisa, cuma mungkin dari pengamatan saya itu dia (pelaku curanmor) tau kalau siang (aman), opsnal kita itu kan main di malam, dia membaca itu," ucapnya.
Karena itu, Deddy saat ini meminta seluruh jajarannya berjaga di siang hingga malam hari. "Makanya kalau siang saya suruh penyidik-penyidik aja, abis makan siang saya suruh keliling aja," ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Depok, AKBP Azis Andriansyah juga membenarkan maraknya curanmor di Depok. Azis menilai Depok me jadi sasaran pencurian lantaran banyaknya parkiran liar dan kantung parkir tanpa penjagaan di Depok.
"Karena mungkin di sini parkiran liar juga cukup banyak, lalu ada beberapa kantung kantung parkir yang tidak ada penjagaan cukup sehingga memudahkan pelaku untuk melakukan aksi," ujar Azis.
Halaman 2 dari 3











































