Hutan Gunung Rinjani Terbakar Hebat, Semua Pendaki Selamat

Harianto - detikNews
Senin, 21 Okt 2019 09:15 WIB
Foto: Dok: BTNGR
Mataram - Kebakaran hutan masih terjadi di jalur pendakian Gunung Rinjani. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) memastikan semua pendaki dalam keadaan selamat.

Tim pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Dalkarhutla) yang terdiri dari petugas Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), TNI dan Polri hingga dengan pagi ini masih berjibaku memadamkan titik kobaran api. Masyarakat Mitra Polhut dan Masyarakat Peduli Api (MMP/MPA) juga ikut berusaha memadamkan api di jalur pendakian Gunung Rinjani di wilayah kerja Resort Senaru dan Sembalun.
"Iya masih, untuk kegiatan pemadaman akan selesai jika dipastikan sudah padam di lapangan," ujar Kepala BTNGR Dedy Asriady, Senin (21/10/2019).

 Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) memastikan semua pendaki dalam keadaan selamat. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) memastikan semua pendaki dalam keadaan selamat. Foto: Dok: BTNGR

Kecepatan angin yang relatif kencang dan kondisi vegetasi yang mudah terbakar, seperti rumput savana, alang-alang, semak, perdu, serta dedaunan kering mengakibatkan api dengan cepat meluas dan menyulitkan proses pemadaman.

Dedy memastikan para pendaki yang melakukan pendakian di semua jalur sudah semua turun dalam keadaan selamat. "Informasi dari kawan-kawan di lapangan, hasil koordinasi dengan pihak tour operator, semua pendaki di semua jalur sudah turun," ungkapnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala BTNGR Dwi Pangestu juga menyatakan semua pendaki di jalur Senaru sudah turun.


Jalur sembalun sebanyak 29 orang, turis asing ada 25 orang dan warga lokal 4 orang. Camp area Sembalun juga dinyatakan aman karena lokasinya cukup luas. Untuk jalur selatan, yakni Aik Berik ada 22 orang lokal semua dan Timbanuh ada 3 orang asing dan 7 warga lokal semuanya juga aman.

Kecepatan angin yang relatif kencang dan kondisi vegetasi yang mudah terbakar mengakibatkan api dengan cepat meluas dan menyulitkan proses pemadaman.Kecepatan angin yang relatif kencang dan kondisi vegetasi yang mudah terbakar mengakibatkan api dengan cepat meluas dan menyulitkan proses pemadaman. Foto: Dok: BTNGR

"Tanggal 19 Oktober di Senaru ada naik 75 orang dan turun pada hari itu 72 orang. Sisanya 3 orang turun hari ini. Totalnya jadi 75 orang. Hari ini tidak ada yang mendaki. Semuanya warga asing," katanya.

Adapun perkiraan luas areal kebakaran hutan di wilayah kerja Resort Senaru dan Sembalun yang terjadi dari tanggal 19 Oktober 2019 hingga 20 Oktober 2019 adalah 2.557 hektar. (aan/aan)