detikNews
Senin 14 Oktober 2019, 13:40 WIB

Jejak Sipir Lapas Langsa Aceh Bandar 20 Kg Sabu

Agus Setyadi - detikNews
Jejak Sipir Lapas Langsa Aceh Bandar 20 Kg Sabu Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Banda Aceh - Kantor Wilayah Kemenkum HAM Aceh membeberkan rekam jejak sipir Lapas Kelas II B Langsa, berinisial Dus (36) yang ditangkap BNN. Dia diciduk bersama istrinya karena menyimpan 20 kilogram sabu di rumahnya.

"Yang bersangkutan pernah kita lakukan pembinaan di kantor wilayah karena positif menggunakan sabu. Setelah direhab, dia kembali bertugas," kata Kanwil Kemenkum HAM Aceh, Lilik Sujandi dalam jumpa pers di kantornya, Banda Aceh, Senin (14/10/2019).

Menurut Lilik, Dus bergabung sebagai pegawai di Kemenkum Aceh sejak 2017 setelah sebelumnya bekerja sebagai PNS Pemda. Setahun bertugas di Lapas Idi, Aceh Timur, Dus diketahui positif menggunakan sabu setelah dites urine.





Dus kemudian ditarik ke Kanwil Kemenkum HAM Aceh untuk menjalani pembinaan dan rehabilitasi. Setelah dinyatakan berkelakuan baik, Dus ditugaskan di LP Langsa pada Februari 2019.

Menurut Lilik, setelah bertugas Dus malah menjadi bandar narkoba. Dia menduga Dus menjadi pengedar narkoba di luar tugas di Lapas. Dia kini ditahan di BNN Pusat.

"Tentu sekali lagi kami sangat kecewa dengan sikap dan perilaku petugas tersebut dan kami harap ini tidak dicontoh oleh pegawai lain," jelas Lilik.

Lilik mengaku Dus saat ini sudah diberhentikan sementara dari ASN Kemenkum Aceh hingga adanya putusan inkrah dari pengadilan. Jika dia diputus bersalah, sanksinya pemecatan.




"Kami tidak mentolerir terkait sikap pegawai yang terlibat dalam narkoba sehingga kami mengambil sikap untuk memberhentikan sementara. Apalagi yang bersangkutan sudah tidak dapat lagi melaksanakan tugas kedinasan sehingga keputusan pemberhentian sementara ini harus kita ambil. Sambil kita ikuti proses peradilan," jelasnya.

"Untuk pegawai tersebut kami belum mendapatkan info dari penyidik BNN keberadaan barang bukti dan keterlibatan dia dalam jaringan tersebut. Apakah ada terkait dengan napi atau petugas lainnya," papar Lilik.
(agse/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com