detikNews
Selasa 08 Oktober 2019, 14:19 WIB

Dosen UNM Pembunuh Siti Zulaiha Dituntut 14 Tahun Penjara

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Dosen UNM Pembunuh Siti Zulaiha Dituntut 14 Tahun Penjara Foto: Sidang kasus pembunuhan Siti Zulaiha dengan terdakwa Wahyu (Amang-detikcom)
Gowa - Dosen Universitas Negeri Makassar (UNM), Wahyu Jayadi, terdakwa kasus pembunuhan Siti Zulaiha Djafar, dituntut jaksa 14 tahun penjara. Wahyu dituntut melanggar pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Tuntutan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arifuddin Achmad, dari Kejaksaan Negeri Gowa, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Rabu (8/10/2019).

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan ini dipimpin Ketua Majelis Hakim Muhammad Asri, yang turut dihadiri terdakwa Wahyu bersama tim kuasa hukumnya.

"Menyatakan terdakwa tidak terbukti melakukan pembunuhan berencana, sebagaimana yang diatur dalam pasal 340, menyatakan terdakwa terbukti secara sah melakukan pembunuhan sebagaimana dakwaan subsider Pasal 338, dengan pidana penjara selama 14 tahun, dikurangi masa penahanannya," ujar Arifuddin.



Usai mendengar pembacaan tuntutan, keluarga Zulaiha langsung histeris dan tidak kuasa menahan tangisannya. Salah satu keluarga Zulaiha terlihat lemas di kursi pelataran ruang sidang.

Adik Zulaiha, Ernawati Djafar, menganggap tuntutan jaksa sangat ringan, karena tidak menuntut terdakwa menggunakan pasal pembunuhan berencana.

"Kami sangat kecewa dengan tuntutan jaksa, sangat jelas bukti-bukti di persidangan Wahyu sengaja membunuh kakak saya," ungkap Ernawati.

Sementara menurut kuasa hukum Wahyu, Shyafril Hamzah, tuntutan JPU sangat berat karena didakwa dengan pasal pembunuhan. Seharusnya menurut Shyafril, kliennya hanya dituntut menggunakan pasal 351 ayat 3 KUHP, dengan ancaman pidana 7 tahun penjara.



"Tuntutannya menurut kami terlalu berat, karena klien saya membunuh karena spontanitas, karena tidak bisa mengendalikan emosinya," tutup Shyafril.

Pembunuhan itu terjadi pada 21 Maret 2019 lalu di Jalan STPP Gowa. Usai dibunuh, Wahyu kabur dan Jenazah Zulaiha ditemukan warga dalam sebuah mobil berwarna biru, Jumat (22/3), sekitar pukul 08.00 Wita.

Saat ditemukan, leher mayat tersebut tersangkut sabuk pengaman. Sedangkan dompet dan uang Zulaiha masih utuh. Zulaiha diketahui sebagai istri pejabat Dinas Kehutanan Pemkab Barru dan memiliki 3 anak.




Tonton juga video Pembunuhan Bocah 5 Tahun oleh Keluarga Inses:

[Gambas:Video 20detik]




(mna/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com