detikNews
2019/10/03 21:38:57 WIB

Round-Up

Kisah Pilu Fanli: Terlambat, Dihukum Lari, Tak Pernah Kembali

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Kisah Pilu Fanli: Terlambat, Dihukum Lari, Tak Pernah Kembali Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Hukuman lari yang diberikan kepada Fanli membuatnya tak kembali. Tragedi ini berpangkal mula karena dirinya terlambat masuk ke sekolah.

Fanli yang merupakan siswa SMP di Mapanget, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), meninggal setelah pingsan. Fanli bersama lima siswa lainnya terlambat datang ke sekolah pada Selasa (1/10). Mereka baru tiba di sekolah sekitar pukul 07.15 Wita.

"Ada 6 orang terlambat kemudian oleh guru mereka dijemur kurang-lebih 15 menit. Kemudian mereka diperintahkan lari di lapangan," kata Kapolresta Manado Kombes Benny Bawensel saat dimintai konfirmasi, Rabu (2/10/2019).


Setelah itu, guru memberi hukuman tambahan berupa lari mengelilingi lapangan sekolah sebanyak 20 putaran. Namun, Fanli jatuh tersungkur saat memasuki putaran keempat. Dia mengatakan satu keliling lapangan panjangnya 68 meter.

Fanli lalu dilarikan ke RS Auri dan dirujuk ke RS Malalayang. Tim dokter menyatakan Fanli sudah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.

"Namun sampai di rumah sakit yang bersangkutan meninggal dunia," ujar Benny.


Jenazah korban kemudian diautopsi di RS Bhayangkara. Polisi menunggu hasil autopsi untuk mengetahui penyebab kematian siswa SMP ini.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com